Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh Heri Kurniawan pada Rabu, 03 Mei 06kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 2 komentar

Untuk Setiap Tetesan Darah yang Kita Rangkai di Sini (Sebagai Bentuk Keprihatinan Atas Hancurnya MD

Pernahkah kita coba sendiri mengartikan hidup. Jangan coba, biarkan hidup menemukan artinya sendiri. Jika Sapardi Djoko Damono berkata "Cinta Ibarat Sebuah Bahasa" Ijinkan aku mencintai dengan sederhana Layaknya kata yang tak sempat terucapkan Oleh kayu kepada api Yang Menjadikannya Abu Ijinkan aku mencintai dengan sederhana Layaknya kata yang tak sempat terungkap Oleh awan kepada hujan Yang menjadikannya tiada Maka kita di sini Adalah sebuah bahasa Dari tekad yang membakar jiwa dan menjadikannya cinta Cinta untuk sesuatu yang lebih baik. Mari membuka mata Pada sesuatu yang bergeliat di sekitar kita Ada yang "pontang-panting" dalam kesendirian, Ada yang merasa berat dengan semua beban di pundaknya Ada yang merintih mencari teman untuk berjihad Dan kita jangan merasa congkak, angkuh lagi sombong Lalu mengeluh hanya karena kerja yang kecil Yang kadang belum memberikan makna apa-apa Bagimu, bagiku dan bagi kita semua. Apapun itu, semoga ini Bisa kita sebut sebagai perjuangan Meski sebagian dari kita tak jua mengerti atau tak hendak mengerti Apa yang sebenarnya kita perjuangkan Saat keringat bercucur dan emosi menggumpal Saat deraian air mata membanjiri pipi Saat sebilah pisau menyayat kulit ini Hanya karena KULIAH terbengkalai menyebabkan KERJA TAK KUNJUNG USAI. SELAMAT! SALUT! LUAR BIASA! Kepada semua yang berikrar ikhlas Menumpahkan keringat membangun asa Menggapai mimpi Bukan hanya mimpinya sendiri, tapi juga impian umat, impian banyak orang Kepada yang masih setia dengan kerja dan tanggung jawabnya Meski harus dipikul sendiri, diangkat sendiri Pantang menyerah Demi terwujudnya cita-cita. Satu makna untuk kita gali "Siapa yang akan mengubah keadaan umat ini, JIKA KITA TAK JUA TERPANGGIL!!!!!!!" Jangan pernah merasa lelah, jalan masih panjang Jangan putus asa, mimpi bahkan belum kita rintis Jangan, jangan pernah berhenti untuk berharap. SEMANGAT!!!! Kalau di sana ada 1000 ulama biarlah aku menjadi yang ke-1000 Kalau di sana ada 100 ulama biarlah aku menjadi yang ke-100 kalau di sana ada 10 ulama biarlah aku menjadi yang ke-10 kalau di sana ada seorang ulama itulah saya. KEEP STRUGGLE!!!!! Biarlah, biar mereka lari dari perjuangan ini, Biarlah, biar mereka menyerah dari semua ini, Tapi untukmu, jangan pernah ragu untuk melangkah Tunjukkan TANPA MEREKA KAMU BISA Hidup di dunia hanya sementara, Begitu pula sedih, duka, lara, nestapa, nelangsa Itu semua juga hanya sementara. HIDUP-HIDUPLAH dengan menjadi dirimu sendiri Semoga Alloh akan menilai perjuangan kita dan akan selalu memberkati dan merahmati kita. dan Akhirnya, semoga tanpa kita sadari.... Alloh telah membangunkan sebuah Istana yang Megah, Mewah nan Indah Di SURGA dambaan kita semua.
Katakan Cinta
host di UGM v2

MANdi..senDIRI
Untuk Ayah
Nyambung, ahh...!
Harus cantik dalam tanda kutip ya?
Antara Playstation dan Kefanaan
perjalanan kejogja
Arep Ngopo rek?
Belajar Dari Kesalahan
Kesalahan yang diajarkan oleh Film Aksi
Sedang Sibuk, Kataku
Persahabatan
Eywa *
SUPERDAD
Kisah Ayah dan Anaknya
Hasrat Untuk Berubah
siapa berani melawan amerika
Namakan Saja Pitulasan
Hanya Refreshing
Pernik
Emansipasi Wanita

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

terdapat 2 komentar untuk tulisan ini

1 | Rabu, 03 Mei 06
Akh MNur

Dik heri sekarang kayak pujangga ya...,puitis banget lho kata-katanya


2 | Ahad, 21 Mei 06
alip

piye to? yang ditulis dik Heri tu emang puisi Akh Nur. Puisi ya puitis lah, masa dramatis, ya nanti jadi drama no.


Menuju ke Form