ditulis oleh Heri Kurniawan pada Rabu, 03 Mei 06kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 2 komentarUntuk Setiap Tetesan Darah yang Kita Rangkai di Sini (Sebagai Bentuk Keprihatinan Atas Hancurnya MD
Pernahkah kita coba sendiri mengartikan hidup.
Jangan coba, biarkan hidup menemukan artinya sendiri.
Jika Sapardi Djoko Damono berkata "Cinta Ibarat Sebuah Bahasa"
Ijinkan aku mencintai dengan sederhana
Layaknya kata yang tak sempat terucapkan
Oleh kayu kepada api
Yang Menjadikannya Abu
Ijinkan aku mencintai dengan sederhana
Layaknya kata yang tak sempat terungkap
Oleh awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada
Maka kita di sini
Adalah sebuah bahasa
Dari tekad yang membakar jiwa dan menjadikannya cinta
Cinta untuk sesuatu yang lebih baik.
Mari membuka mata
Pada sesuatu yang bergeliat di sekitar kita
Ada yang "pontang-panting" dalam kesendirian,
Ada yang merasa berat dengan semua beban di pundaknya
Ada yang merintih mencari teman untuk berjihad
Dan kita jangan merasa congkak, angkuh lagi sombong
Lalu mengeluh hanya karena kerja yang kecil
Yang kadang belum memberikan makna apa-apa
Bagimu, bagiku dan bagi kita semua.
Apapun itu, semoga ini
Bisa kita sebut sebagai perjuangan
Meski sebagian dari kita tak jua mengerti atau tak hendak mengerti
Apa yang sebenarnya kita perjuangkan
Saat keringat bercucur dan emosi menggumpal
Saat deraian air mata membanjiri pipi
Saat sebilah pisau menyayat kulit ini
Hanya karena KULIAH terbengkalai menyebabkan KERJA TAK KUNJUNG USAI.
SELAMAT! SALUT! LUAR BIASA!
Kepada semua yang berikrar ikhlas
Menumpahkan keringat membangun asa
Menggapai mimpi
Bukan hanya mimpinya sendiri, tapi juga impian umat, impian banyak orang
Kepada yang masih setia dengan kerja dan tanggung jawabnya
Meski harus dipikul sendiri, diangkat sendiri
Pantang menyerah Demi terwujudnya cita-cita.
Satu makna untuk kita gali
"Siapa yang akan mengubah keadaan umat ini, JIKA KITA TAK JUA TERPANGGIL!!!!!!!"
Jangan pernah merasa lelah, jalan masih panjang
Jangan putus asa, mimpi bahkan belum kita rintis
Jangan, jangan pernah berhenti untuk berharap.
SEMANGAT!!!!
Kalau di sana ada 1000 ulama biarlah aku menjadi yang ke-1000
Kalau di sana ada 100 ulama
biarlah aku menjadi yang ke-100
kalau di sana ada 10 ulama
biarlah aku menjadi yang ke-10
kalau di sana ada seorang ulama
itulah saya.
KEEP STRUGGLE!!!!!
Biarlah, biar mereka lari dari perjuangan ini,
Biarlah, biar mereka menyerah dari semua ini,
Tapi untukmu, jangan pernah ragu untuk melangkah
Tunjukkan TANPA MEREKA KAMU BISA
Hidup di dunia hanya sementara,
Begitu pula sedih, duka, lara, nestapa, nelangsa
Itu semua juga hanya sementara.
HIDUP-HIDUPLAH dengan menjadi dirimu sendiri
Semoga Alloh akan menilai perjuangan kita
dan akan selalu memberkati dan merahmati kita.
dan Akhirnya, semoga tanpa kita sadari....
Alloh telah membangunkan sebuah Istana yang Megah, Mewah nan Indah
Di SURGA dambaan kita semua.
MANdi..senDIRI
Untuk Ayah
Nyambung, ahh...!
Harus cantik dalam tanda kutip ya?
Antara Playstation dan Kefanaan
perjalanan kejogja
Arep Ngopo rek?
Belajar Dari Kesalahan
Kesalahan yang diajarkan oleh Film Aksi
Sedang Sibuk, Kataku
Persahabatan
Eywa *
SUPERDAD
Kisah Ayah dan Anaknya
Hasrat Untuk Berubah
siapa berani melawan amerika
Namakan Saja Pitulasan
Hanya Refreshing
Pernik
Emansipasi Wanita
terdapat 2 komentar untuk tulisan ini
1 | Rabu, 03 Mei 06
Akh MNur
Dik heri sekarang kayak pujangga ya...,puitis banget lho kata-katanya
2 | Ahad, 21 Mei 06
alip
piye to? yang ditulis dik Heri tu emang puisi Akh Nur. Puisi ya puitis lah, masa dramatis, ya nanti jadi drama no.
Menuju ke Form