Tahukah kamu
Saat mendulang air di kali
Saat merintih tersandung terseok-seok
Saat itulah kepuasan tercipta
Kala melihat sesuatu telah menjelma
Kala duka berubah menjadi senyum bahagia
Untuk itulah kamu dicipta
Untuk sebuah perjuangan yang mulia
Mbak, tahukah kamu
Untuk apa kamu disini
Saat sembilu mulai menyayat hati
Saat berjalan menapaki sebuah peristiwa
Saat itulah dimengeri arti sebuah kehidupan
Kala telah usai sebuah kejadian
Usahlah menangis untuk segumpal asa
Karena hanya proses yang diminta
Tugas kita tinggal lah menjalaninya
Tanpa musti tahu hasilnya
Mas, tahukan kamu
Untuk apa kamu disana
Saat bahtera mulai goyah
Saat prahara menyisakan sebongkah penyesalan
Saat itulah terdeteksi makna sebuah perjuangan
Kala mulut mulai terdiam
Kala hati mulai berdebar
Menanti sebuah kepastian
Maka, berhentilah menunduk
Bergegaslah menyusun pelita
Teruskan perjuangan kita
Teruntuk Allah semata
Tanpa terkontaminasi suatu apa