ditulis oleh EnUGe pada Kamis, 24 Mei 07kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 3 komentarTangis Orang Tua
Aku tidak tahu harus aku mulai dari mana cerita ini, karena aku bukanlah orang yang pandai bercerita. Aku mulai saja dari awal. Ada sepasang suami istri,mereka adalah pasangan muda yang bahagia. Walaupun hidup dengan penghasilan yang pas-pasan.
Sang suami adalah seorang penjual sayur di sebuah pasar lokal. Sedangkan sang istri adalah seorang ibu rumah tangga.
Namun kebahagiaan tersebut berangsur-angsur memudar karena mereka belum di karuniai seorang anak menjelang limatahun sejakpernikahan mereka.
Mereka sudah berobat kemana-mana, melakkan apasaja yang disarankan oleh tetangga, teman, dokter dan sebagainya. Dari minum obat ini obat itu dan sebagainya.
Setelah sekian lama bersabar dan berdoa kepada Allah, mereka dikaruniai deorang anak laki-laki. Anak mereka sungguh cerdas dan pandai bila dibandingkan dengan anak seusianya.
Setelah anak mereka memasuki usia untuk bersekolah, maka ayahnya tidak mau menyekolahkannya, "Biarlah dia ikut aku ke pasar agar pandai berdagang, sekarang biaya sekolah mahal.". Tetapi si ibu tidak sependapat dengan suaminya, ia tetap bersikeras ingin menyekolahkan putra satu-satunya ini. Karena pandai, anak tersebut mendapat dorongan dari guru dan teman-temannya untuk melanjutkan ke tingkat menengah dan atas. Setelah 12 tahun sekolah anak tersebut ingin melanjutkan ke perguruan tinggi yang mentereng di ibu kota.
Dengan keinginan putranya itu sang ayah lagi-lagi tidak setuju, karena hidup pereka sudah sulit, dan ayah ingin anaknya membantunya di pasar. Toh sekolah agar bisa cari uang. Kali ini sang ayah tidak merestuai walau apapun yang terjadi. Tetapi ibunya tetap mendukungnya kuliah. dia menjual perhiasan yang diperoleh ketika menikah, dan memberikan bekal kepada anknya untuk pergi kuliah di ibu kota.
Si anak selalu menyurati ke rumah. Surat tersebut berisikan sapaan dan tanya kabar. Karena tidak ridlo sang ayah tidak membalas surat-suratnya. setelah sebulan, maka sang hati sang ayah luluh juga, dia membalas surat anaknya. sejak saat itu mereka saling berkirim surat.
Setelah itu isi surat lama kelamaan bergeser, si anak minta dikirim uang 500 ribu, katanya untuk praktikum. kemudian meningkat 600 ribu, dan ayahnya semakin berat dengan permintaan itu. Pada suatu hari sang anak minta dikirim uang 20 juta, katanya ada penelitian. Ayahnya menjaul rumah yang sederhana dan kiosnya untuk mendapatkan uang yang diminta anaknya. kini dia tidak punya rumah dan harus mengontrak.
Sejak saat itu sang anak tidak berkirim surat lagi. Sudah tujuh tahun berlalu, orang tua tanpa kabar dari anaknya, betapa sedihnya orang tua tersebut. Setelah mereka melihat berita di media cetak yang ad di pasar, ternyata anaknya telah menjadi seorang pejabat. Mereka memutuskan untuk mencari anaknya di ibukota.
Setelah ketemu, mereka terkagum-kagum melihat rumah yang indah bagai istana dari luar. Didepan gerbang mereka diterima pembantunya sambil berkata. "Bapak tidak menerima tamu di rumah, besok dikantor saja.". Akhirnya mereka berkata "Kami adlah orang tuanya". Kemudian pembantu tersebut memanggil tuannya. Anak tersebut keluar dengan istrinya. Tanpa senyum anak tersebut berkata "Ambil ini dan jangan akui kalau aku anakmu, dasar penjilat" sambil memberikan uang satu juta. Orang tuanya berkata "Kami tidak menginginkan ini, kami ngin memelukmu sebagaimana kami memelukmu diwaktu kecil" sambil menangis dan berlalu .Kedua orang tua itu memutuskan untuk kembali ke kampungnya menjadi penjual sayur seperti basa. Dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi.
Maaf aku bukan pengarang yang baik. Apapun yang dapat kalian ambil.
Keep Positive Thinking
Mampukah kita mencintai tanpa syarat?
penting untuk disimak
GHAZWAH FIKR
Belajar Dari Kesalahan
Mari Berqurban
MANdi..senDIRI
Harus cantik dalam tanda kutip ya?
Ada Apa Dengan Cinta
Seberapa Waktu Kita Untuk Orang Tua
manifesto
Don't give up. Because you are loved"
Come and Go
TERLALU NGOYO
Karena Kejujuran Begitu Berharga
Eksekusi Bang Puase
Sedang Sibuk, Kataku
Hanya sesaat....!!!
Katakan Cinta
Tak Sesuai Keinginan
terdapat 3 komentar untuk tulisan ini
1 | Ahad, 27 Mei 07
zhr
awal-awal mbacanya kok lucu ya bikin ketawa he2x, tapi akhir ceritanya sedih hiks2, kasihan ya bapak ibunya. Na'udzubillahi min dzalik, moga kita ga spt itu nantinya, santai aja mmg begitu proses belajar, bagus kok, sangat menghibur
2 | Senin, 28 Mei 07
justry
hue hue hue, sangat menghibur kie mas EnuGE padahal niate khan cerita ya? bukan hiburan ya?
3 | Jumat, 01 Juni 07
zhr
maaf klo gitu, ga tau ee...ga tau pokoke menurutku lucu ceritanya, msk buat penelitian mpe 20 jt ga dpt tunjangan ya, tapi ttp bisa diambil hikmahnya koq. maap ya
Menuju ke Form