Ayah, ibu ... dengan bergetar ananda goreskan tinta ini ... mengingat masih sedikitnya bakti nanda... mengenang sosok ayah bunda yang tak kan suram oleh waktu ...
Mohon kiranya ayah ibu memaafkan nanda karena tidak bisa sering-sering menghadirkan diri ananda di rumah kita. Bisa membantu ayah bunda dan menjadi curahan hati ayah dan ibu. Tapi, sungguh demi Allah, ananda sangat sayang dan kangen dengan ayah, ibu, juga kakak-kakak. Namun, menuntut ilmu membutuhkan pengorbanan baik ananda, ayah maupun ibu, kita harus sabar agar makin disayang Allah.
Harapan nanda, semoga pengorbanan ayah dan ibu benar-benar ikhlas karena ingin menjadikan nanda anak yang sholihah. Kiranya doa yang senantiasa kita panjatkan pada Allah cukup untuk melepas beban kehidupan dan mengobati rindu di hati. meskipun ananda kira belum cukup, semoga kita dipertemukan kelak di akherat tanpa terpisah lagi dalam keadaan yang diridloiNya, Allahumma aamin. Dalam kepuasan hidup di surga yang kekal abadi. Dalam do'a nanda setiap saat, semoga Allah mengampuni dan mengasihi ayah dan ibu seperti ayah ibu menyayangi nanda sedari kecil.
Ayah ... tetap rajin ke masjid kan? Masih tetap terjaga untuk tahajud di sepertiga malam terakhir, juga qi'ro'ah ba'da Maghrib dan Subuh kan? Semoga ayah senantiasa diberi kesabaran mendidik ibu dan kami semua putra putri ayah menuju jalan keselamatan.
Ibu.... jangan lupa selalu tahajud, qiro'ah ba'da Maghrib dan Subuh ya... o ya juga harus ta'at sama ayah biar dijamin surga
Ibu juga yang sabar ya dengan segala cobaan dari Allah ... ibu adalah wanita tangguh yang paling ananda kenal.
Salam sayang, cinta, dan kangen nanda dari Jogja. Ananda sangat bangga dengan ayah dan ibu, semoga segala pengorbanan yang mengalir di darah nanda dibalas Allah dengan indahnya kenikmatan surga