ada sebuah quote yang pernah sempat terbaca oleh mata ini, kira-kira seperti ini
“The busiest is the most productive one.”, Orang paling sibuk adalah orang yang paling produktif.
memang kelihatan sesuatu yang sangat klise tentunya ketika mengatakan bahwa orang yang super duper sibuk disandingkan dengan kenyataan bahwa dia juga mempunyai kemampuan untuk menjadikan dirinya menjadi seorang yang produktif dengan karyanya dan juga produktif terhadap hidupnya.
"Wahduh gimana lagi saya sekarang terlalu amat sangat sibuk sekali je...", itu saya kira juga termasuk quote, namun quote yang dalam tatanan keseharian banyak diucapkan dalam keadaan seperti kalah, ya, kalah dengan keadaan. Sebuah kalimat yang seakan menyiratkan bahwa menjadi sibuk, berpacu dalam prinsip percepatan perkembangan menjadikan diri ini menjadi tidak punya kuasa untuk mengatur dan menentukan aktifitas kehidupan kita.
Bisa kita cermati dan lihati di lingkungan kita, di lingkungan kampus kalau yang punya kampus, di lingkungan cabang, di lingkungan perwakilan atau untuk lebih puas dan luas di lingkungan negara ataupun dunia, mereka yang punya prestasi ternyata mereka yang punya kepadatan jadwal dan juga punya kerapatan waktu, paling tidak sampai tulisan ini diturunkan pemahaman saya seperti itu, mereka bukan hanya bertenang dalam waktu hidupnya, mereka bukan bersantai dalam luasnya pesona, bahkan mereka punya waktu yang teramat padat kalau bolehh dikatakan sempit dan rapat.
Kita tahu robert landon, seorang tokoh yang meninggal dalam usia 54 karena kanker pankreas pernah mengatakan ,
"Seseorang semestinya mengatakan kepada Kita, segera setelah Kita lahir, bahwa Kita baru saja memulai perjalanan menuju kematian. Kemudian, Kita jalani kehidupan sampai pada batasnya, setiap menit setiap hari. Lakukan! Apa pun yang ingin Kamu lakukan, lakukanlah sekarang! Apa yang disebut besok jumlahnya tidaklah terlalu banyak"
Apakah kita sebagai muslim perlu berkoreksi, apakah kita sebagai muslim perlu berbenah saya kira tidak perlu kalau kita tetap ingin menjadi jamaah yang lemah, tidak produktif dan juga tidak segera melakukan percepatan kemajuan dan perkembangan. Biarkan saja musuh-musuh Allah bergeliat bergerak dan memacu diri dalam berkembang, kita khan cukup minum kopi di dinginnya pagi sambil mellihat acara gosip di televisi dan kalau malam tiba kita bisa bersantai sambil bercengkrama tentang riuhnya pesta. Biarkan saja mereka berkembang, maka kita tetap akan berada di luar lapangan dan terkagum akan untian prestasi yang mereka buat.
Apakah harus seperti itu pemikiran kita, tetap bersantai ria, dan kalau ada kesibukan kita berkoar mengatakan, lagi-lagi "wahduh saya sibuk sekali je...", susah memang hidup seperti ini, berbangga dengan banyaknya kesibukan dengan melenakan tugas-tugas yang seharusnya bisa terlaksana, ya seharusnya bisa terlaksana. Cukup sibukkah kita, cukup tidak punya waktukah kita, ataukah semua itu hanya sebuah topeng kasar tentang ketidak mampuan kita dalam mengatur waktu di hari-hari yang terlalu cepat berganti ini. Bagaimanapun juga waktu adalah pedang yang siap menebas siapa saja, bahkan yang punya.
A WINNER works harder than a loser and has more time. A LOSER is always “too busy” to do what is necessary.