Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh iss_ pada Kamis, 19 Oktober 06kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 2 komentar

Sebuah kisah nyata

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-lak di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya. Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya. Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya. "Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb. "Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif". Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah. Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya. Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang : Saya BERSYUKUR; - Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain - Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum. - Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan - Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi - Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman - Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan - Untuk bunyi musik yang keras dan sumbang dari loudspeaker tetangga terdekat, karena itu artinya saya masih bisa mendengar - Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras - Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat - Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup dst...
Hindari, Menu Makan Tak Sehat Bagi Par...
Persahabatan

Gak Semua Yang Lo Denger Itu Bener
Hanya sesaat....!!!
TERLALU NGOYO
Hasrat Untuk Berubah
KISAH SEORANG ANAK DAN KUENYA...
Antara Playstation dan Kefanaan
Persahabatan
KAU tahu yang qumau
Minggu Depan
Mengapa...?
tanyaku
Berbagi Cerita di Minggu Pagi Ceria…
Emansipasi Wanita
Namakan Saja Pitulasan
Tips Membuat Orang Tua Tersakiti ( yet another tips )
Kisah Ayah dan Anaknya
Semua Punya Bagian Sendiri
Don't give up. Because you are loved"
Bertujuan Lebih Besar
Arep Ngopo rek?

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya »

terdapat 2 komentar untuk tulisan ini

1 | Senin, 9 Maret 09
itu'

untuk asramaku yang ramai dan bising itu artinya teman-temanku ada diAsrama...
tidak terpecah dimana-mana -)


2 | Jumat, 1 Mei 09
mawar biru

jika setiap insan selalu dan bisa membangun positif thinking dan menyikapi masalah dg positif..tentu tdk ada orang stress..depresi..gila atau bunuh diri..dan RSJ pasti kosong..kapan ini terwujud ya?!


Menuju ke Form