Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh ubaidillah_niswah pada Kamis, 21 September 06kategori "AGAMA" ,dengan 6 komentar

Ramadhan - BUKAN BULAN SUCI

Ramadhan termasuk bulan suci??? Bukan, Ramadhan bukan bulan suci atau bulan haram. Didalam Islam, bulan-bulan yang dinamakan sebagai bulan suci atau haram hanya ada 4: 1. Dzulqo'dah; 2. Dzulhijjah; 3. Muharram; dan 4. Rajab. (Dasar/dalil: QS Al-Baqarah: 217 dan QS Taubah: 5). Catatan: Qur'an tidak menyebutkan secara explisit bulan-bulan haram diatas. Silakan tengok hadits, tafsir atau asbabun-nuzul ayat-ayat tersebut. Terus, dari mana sejarahnya atau siapa oknumnya yang memasukkan bulan Ramadhan sebagai bulan suci/haram? Wallahu a'lam. Analisa berpikirnya sebagai berikut: 1. Penggolongan bulan-bulan haram kan berkaitan dengan turunnya perintah perang (hukum perang) ber-dasarkan Surah Baqarah tsb diatas dan hukum perjanjian publik berdasarkan QS Taubah tsb diatas. Allah melarang berperang di bulan-bulan haram (kecuali jika ummat Islam diserang). 2. Sementara itu, fakta sejarah membuktikan bahwa justru di bulan Ramadhan, Rasulullah dan para saha-bat berperang di medan Badar dan menaklukkan Makkah (Futhul Makkah). Dari sejarah perang badar yang membuat bulu kuduk berdiri, terbukti semangat jihad kaum muslimin yang hanya 300 orang mampu men-galahkan 3000 orang Qurays bersenjata lengkap atas izin Allah. Lahaula wala quwwata illa billah. Justru semangat jihad kaum muslimin waktu itu menggelora dan meledak di medan badar. SubhanAllah, luar bi-asa. Ramadhan justru menjadi motivasi dan inspirasi semangat jihad para sahabat waktu itu. 3. Berangkat dari analisa otak yang terbatas kemampuannya ini, berasumsi bahwa semangat jihad (wabil khusus jihad dalam arti perang) yang berpotensi tumbuh menggelora di bulan Ramadhan (seperti sejarah Badar) telah "DIGEMBOSI" oleh kaum musyriq atau munafiq. Salah satau cara penggembosan semangat jihad ini adalah dengan menamakan bulan Ramadhan sebagai Bulan Suci. 4. Berdasarkan QS Baqarah 217 dan QS Taubah: 5 diatas, kalau suatu bulan itu dikatakan sebagai bulan suci atau haram, maka kaum muslimin tidak boleh berperang atau membunuh kaum musyrikin. Logikanya, maka jika bulan Ramadhan masuk dalam klasifikasi bulan haram, maka larangan berperang dan larangan membunuh kaum musyrik berlaku juga di bulan Ramadhan. Ini berarti, semangat jihad (minimal membenci kaum musyrikin) di bulan Ramadhan, secara tidak langsung digembosi dengan adanya penamaan bulan Ramadhan sebagai bulan suci. 5. Asumsi-asumsi diatas, didukung dengan bertebarannya hadits-hadits dhaif bahkan maudlu' di bulan Ramadhan, antara lain hadits yang menceritakan pidato Rasulullah sepulang dari peperangan besar dan beliau SAW kurang lebih berpidato demikian: "Sesungguhnya sepulang kalian dari peperangan ini, kalian akan menghadapi jihad yang lebih besar dari peperangan ini, yaitu jihad melawan hawa nafsu". Jangan terkecoh, kalau ada penceramah atau bahkan ustadz (yang mungkin memakai sorban segede ban vespa) yang mendakwahkan hadits itu, maka jangan digubris karena haditsnya tidak shahih. Penyebaran hadits ini untuk mendukung penamaan bulan Ramadhan sebagai bulan suci, dengan tujuan untuk semakin menggembosi bahkan mematikan semangat jihad di bulan Ramadhan. Kalau semangat ji-had sudah gembos, jangankan berpikir jihad, berpikir mau berdiri di siang hari saja susah. Coba sahabat amati di Indonesia. Kebanyakan masjid akan penuh sesak di siang hari bulan Ramadhan terutama pada jam-jam istirahat kantor. Bukan penuh sesak oleh kaum muslimin yang sedang membaca atau mentadaburi Al Qur'an, shalat atau kajian, tapi sesak karena orang-orang menggelepar tiduran tak berdaya karena kela-paran, kelemasan dan kemalasan. Ini ntuk menyinggung sahabat yang biasa lemes-mes-mes tak bertenaga ketika siang di bulan Ramadhan. 6. Ramadhan bukan bulan suci??? Sekali lagi bukan. Ramadhan bukan bulan suci atau bulan haram. Tapi justru lebih dari itu, sesuai dengan lautan hikmah yang ada di dalam bulan Ramadhan, maka bulan Ramadhan mempunyai banyak nama, antara lain: - Syahrul Mubarak (bulan berkah); - Syahrul Tarbiyah (bulan pendidikan/penggemb lengan diri) - Syahrul Muhasabah (bulan introspeksi) - Syahrul da'wah (bulan suburnya da'wah Islam) - Syahrul Ukhuwah (banyak hikmah sosial dalam Ramadhan) - Syahrul Qur'an (bulan dimana Al-Qur'an diturunkan) Dan bahkan ada yang menamakan Syahrul Jihad (red-Perang Badar dan Futhul Makkah terjadi di bulan Ramadhan). Jarang kita mendengar nama-nama tersebut diatas selain dari "bulan suci", terus bulan suci" lagi, terus bu-lan suci lagi. Gimana Ramadhan bisa memotivasi diri kita kalau kita tahunya Ramadhan itu sebagai bulan suci dan bulan suci?? 7. Saran, untuk tidak menggunakan nama bulan suci sebagai nama bulan Ramadhan. Hal ini untuk menghindari subhat dan keragu-raguan akan lautan hikmah Ramadhan, yang subhat tersebut sengaja diciptakan secara sistematis oleh orang-orang musyrik dan munafiq. Saya mohon ampun kepada Allah jika perkataan yang bersumber dari pikiran tersebut diatas ternyata salah dan mohon sahabat sekalian sudi memaafkannya. Semoga Allah menerima keikhlasan untuk berbagi in-formasi ini. Demikian sahabat sekalian rahimakumullah, sedikit sharing untuk menyambut Syahrul Mubarak beberapa hari lagi (Insya Allah).
Sebuah renungan
Nasehat Rosulullah Sambut Ramadhan

Cintailah aku
Sebuah renungan
Untuk para suami
RUU APP
Bulan Ramadhan
warning
Pengantar Nikah
Puisi Tentang Anak (Dorothy Law Nolte)
Ajarkan Lagi Kepadaku Ibu
Indahnya Malam Pertama
Sepertinya Akan Berlanjut Bencana Ini
HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN
NASIHAT
AWAS ALLAH CEMBURU LHO!
Cuma Sekedar Cross Check Tulisan Muh Nur
calon PENGHUNI....
Bedakah Milad Individu dengan Milad Halaqoh/Firqoh?
Jangan Bosan Sabar
Pudarnya pesona Cleopatra.
REFLEKSI MUSIBAH GEMPA BUMI & TSUNAMI DI ACEH

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

terdapat 6 komentar untuk tulisan ini

1 | Kamis, 28 September 06
abu_aisyah

wah... baru nyadar nih begitu baca tulisan kang ubaid.... ternyata masih kurang ilmu nih ane... makasih brother atas pencerahannya..


2 | Ahad, 01 Oktober 06
Mnur

Menarik sekali untuk di simak artikel akh ubaidilah, tanpa mengurangi rasa hormat ana kepada akh ubaid selaku sahabat lama saya?ada sedikit pertanyaan di hati ana : 1. Arti dan makna suci dengan haram apakah sama? Apakah bisa disamakan arti suci dengan haram? Yang ana pelajari selama ini kata dasar dari bahasa arab suci adalah "thahara" sedangkan haram adalah "harama". Sedangkan makna dari kata "suci" bolehkah kita samakan dengan makna "haram" yang telah disebutkan akh ubaid dalam alqur'an. 2. Apakah memang ada persepsi sebagaian masyarakat yang memaknai kata suci dengan makna haram? Selama yang ana tahu, belum pernah ana dengar persepsi seperti itu, yang ana tahu masyarakat memaknai bulan suci adalah bulan yang penuh rahmat, dimana disediakan banyak sekali adah amal dan pahala yang begitu melimpah, kalau kita lulus dalam ujian ramadhan ini kita akan di sucikan seperti seorang bayi yang di lahirkan dalam keadaan suci. Dan yang ana pahami selama ini tentang suci adalah bulan penuh berkah yang dimana alqur'an di turunkan di dalamnya, bulan yang penuh kemuliaan (Qs: AlQodr) bukan sebagai bulan haram yang dimaksud diatas. Kalau memang arti suci adalah larangan berperang, ingat tidak yang kita memyebutnya perang akbar antara solahudin al ayubi dengan nasrani eropa? Kita menamakan perang itu dengan "Perang Suci". Apakah hal ini juga dimaknai dengan perang yang diharamkan? Tentu saja tidak khan. 3. Tentang hadist yang tentang pidato Rosullullah tentang jihad menahan hawa nafsu, ana belum bisa mengomentarinya..ana juga baru mendengar bahwa ada yang mengklaim hadist dhoif, ana baru Tanya teman kerja saya, yang pernah sekolah di universitas Al IMAN Yaman(yg oleh Amerika di klaim universitas teroris), beliau mengatakan hadist itu shohih. Insyaallah akan ana cek hadist tersebut, kalau sudah ketemu insyaallah akan ana upload. Atau mungkin akh ubaid bisa memberi referensi tentang yang men-dhoifkan hadist ini, ahsan kalau ada nama bukunya, karena kita bisa merujuknya..(alhamdulillah kita di sini punya program namanya "maktabah shamilah (=perpustakaan shamilah)" yang terdiri dari sekitar 10.000jilid buku, kalau ada referensi insyaallah akan lebih mudah)


3 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah

Dari kawan lama...lama...kawan dulu...sekarang...wallahu a'lam....Maaf sebelumnya atas kedangkalan jawaban dan fikri abu niswah ini: 1.Secara lafdhiyyah antara thahara dan harama memang lain....namun saya melihat secara umum ayat dimana Allah melarang bertumpah darah saat bulan tersebut...ini yang saya tangkap adalah bulan tersebut adalah bulan yang suci dari pertikaian sebagaimana dinisbahkan kepada baitullah al haram...dimana tidak diijinkan ada darah yang tercecer dalam tempat yang mulia tersebut. Nah ini yang menjadikan sama antara haram dengan suci untuk hal tersebut...jadi bulan haram itu adalah nama yang diberikan oleh ulama karena Allah mengharamkan bulan - bulan tersebut. 2.Sebenarnya secara langsung terucap tidak pernah ter upload di media IT...hanya saja ini tercermin dari aktivitas keseharian yang menganggap bahwa bulan suci ini adalah saatnya untuk "bermalas - malasan" dalam beraktivitas....bahkan dengan seenaknya sendiri mengatakan "tidur di bulan puasa adalah ibadah"....wah BAYAHA eh BAHAYA... 3. "raja'na min jihadil asghar ila jihadil akbar...." Jihadun Nafs. 'Kita kembali dari jihad yang kecil menuju kepada jihad yang besar' TIDAK ADA ASALNYA. Asal hadis ini tidak ada sebagaimana telah diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya Al Furqan baina Auliair Rahman wa Auliaisy Syaithan (hal 50). Sekian...tolong dicek dalam kitab tersebut...kalau ubaid salah...beritahu ya....dah dulu kawan lama....


4 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah

Dari kawan lama...lama...kawan dulu...sekarang...wallahu a'lam....Maaf sebelumnya atas kedangkalan jawaban dan fikri abu niswah ini: 1.Secara lafdhiyyah antara thahara dan harama memang lain....namun saya melihat secara umum ayat dimana Allah melarang bertumpah darah saat bulan tersebut...ini yang saya tangkap adalah bulan tersebut adalah bulan yang suci dari pertikaian sebagaimana dinisbahkan kepada baitullah al haram...dimana tidak diijinkan ada darah yang tercecer dalam tempat yang mulia tersebut. Nah ini yang menjadikan sama antara haram dengan suci untuk hal tersebut...jadi bulan haram itu adalah nama yang diberikan oleh ulama karena Allah mengharamkan bulan - bulan tersebut. 2.Sebenarnya secara langsung terucap tidak pernah ter upload di media IT...hanya saja ini tercermin dari aktivitas keseharian yang menganggap bahwa bulan suci ini adalah saatnya untuk "bermalas - malasan" dalam beraktivitas....bahkan dengan seenaknya sendiri mengatakan "tidur di bulan puasa adalah ibadah"....wah BAYAHA eh BAHAYA... 3. "raja'na min jihadil asghar ila jihadil akbar...." Jihadun Nafs. 'Kita kembali dari jihad yang kecil menuju kepada jihad yang besar' TIDAK ADA ASALNYA. Asal hadis ini tidak ada sebagaimana telah diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya Al Furqan baina Auliair Rahman wa Auliaisy Syaithan (hal 50). Sekian...tolong dicek dalam kitab tersebut...kalau ubaid salah...beritahu ya....dah dulu kawan lama....


5 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah

Oh maaf mengenai yang menamai bulan haram...bukan ulama...namun Allah yang langsung menamai dengan bulan haram....Namun insyaallah tidak mengurangi makna kesucian pada bulan tersebut


6 | Ahad, 15 Oktober 06
mnur

afwan beid, ttg hadist yang ana janjikan kemarin..waktu ana ke tempat teman ana eh..ternyata dianya salah tangkap... yang d dapat malah masalah jihad dan niat..yang ana katakan ketemu 9 hadist kemarin itu...klo yang jihat besar itu tdk ketemu... mungkin memang bukan hadist ya.. insyaallah klo tmn ana punya bukunya itu biar d carikan deh..makasih bayak ya beid.. kpn qta reuni, minimal chat deh.


Menuju ke Form