|
|
Ahad, 20 Mei 12 Hendak Login? · Daftar |
Cintailah aku
Sebuah renungan
Untuk para suami
RUU APP
Bulan Ramadhan
warning
Pengantar Nikah
Puisi Tentang Anak (Dorothy Law Nolte)
Ajarkan Lagi Kepadaku Ibu
Indahnya Malam Pertama
Sepertinya Akan Berlanjut Bencana Ini
HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN
RAMADHAN
NASIHAT
AWAS ALLAH CEMBURU LHO!
Cuma Sekedar Cross Check Tulisan Muh Nur
calon PENGHUNI....
Bedakah Milad Individu dengan Milad
Halaqoh/Firqoh?
Jangan Bosan Sabar
Pudarnya pesona Cleopatra.
REFLEKSI MUSIBAH GEMPA BUMI & TSUNAMI DI ACEH
1 | Kamis, 28 September 06
abu_aisyah
wah... baru nyadar nih begitu baca tulisan kang ubaid.... ternyata masih kurang ilmu nih ane... makasih brother atas pencerahannya..
2 | Ahad, 01 Oktober 06
Mnur
Menarik sekali untuk di simak artikel akh ubaidilah, tanpa mengurangi rasa hormat ana kepada akh ubaid selaku sahabat lama saya?ada sedikit pertanyaan di hati ana : 1. Arti dan makna suci dengan haram apakah sama? Apakah bisa disamakan arti suci dengan haram? Yang ana pelajari selama ini kata dasar dari bahasa arab suci adalah "thahara" sedangkan haram adalah "harama". Sedangkan makna dari kata "suci" bolehkah kita samakan dengan makna "haram" yang telah disebutkan akh ubaid dalam alqur'an. 2. Apakah memang ada persepsi sebagaian masyarakat yang memaknai kata suci dengan makna haram? Selama yang ana tahu, belum pernah ana dengar persepsi seperti itu, yang ana tahu masyarakat memaknai bulan suci adalah bulan yang penuh rahmat, dimana disediakan banyak sekali adah amal dan pahala yang begitu melimpah, kalau kita lulus dalam ujian ramadhan ini kita akan di sucikan seperti seorang bayi yang di lahirkan dalam keadaan suci. Dan yang ana pahami selama ini tentang suci adalah bulan penuh berkah yang dimana alqur'an di turunkan di dalamnya, bulan yang penuh kemuliaan (Qs: AlQodr) bukan sebagai bulan haram yang dimaksud diatas. Kalau memang arti suci adalah larangan berperang, ingat tidak yang kita memyebutnya perang akbar antara solahudin al ayubi dengan nasrani eropa? Kita menamakan perang itu dengan "Perang Suci". Apakah hal ini juga dimaknai dengan perang yang diharamkan? Tentu saja tidak khan. 3. Tentang hadist yang tentang pidato Rosullullah tentang jihad menahan hawa nafsu, ana belum bisa mengomentarinya..ana juga baru mendengar bahwa ada yang mengklaim hadist dhoif, ana baru Tanya teman kerja saya, yang pernah sekolah di universitas Al IMAN Yaman(yg oleh Amerika di klaim universitas teroris), beliau mengatakan hadist itu shohih. Insyaallah akan ana cek hadist tersebut, kalau sudah ketemu insyaallah akan ana upload. Atau mungkin akh ubaid bisa memberi referensi tentang yang men-dhoifkan hadist ini, ahsan kalau ada nama bukunya, karena kita bisa merujuknya..(alhamdulillah kita di sini punya program namanya "maktabah shamilah (=perpustakaan shamilah)" yang terdiri dari sekitar 10.000jilid buku, kalau ada referensi insyaallah akan lebih mudah)
3 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah
Dari kawan lama...lama...kawan dulu...sekarang...wallahu a'lam....Maaf sebelumnya atas kedangkalan jawaban dan fikri abu niswah ini: 1.Secara lafdhiyyah antara thahara dan harama memang lain....namun saya melihat secara umum ayat dimana Allah melarang bertumpah darah saat bulan tersebut...ini yang saya tangkap adalah bulan tersebut adalah bulan yang suci dari pertikaian sebagaimana dinisbahkan kepada baitullah al haram...dimana tidak diijinkan ada darah yang tercecer dalam tempat yang mulia tersebut. Nah ini yang menjadikan sama antara haram dengan suci untuk hal tersebut...jadi bulan haram itu adalah nama yang diberikan oleh ulama karena Allah mengharamkan bulan - bulan tersebut. 2.Sebenarnya secara langsung terucap tidak pernah ter upload di media IT...hanya saja ini tercermin dari aktivitas keseharian yang menganggap bahwa bulan suci ini adalah saatnya untuk "bermalas - malasan" dalam beraktivitas....bahkan dengan seenaknya sendiri mengatakan "tidur di bulan puasa adalah ibadah"....wah BAYAHA eh BAHAYA... 3. "raja'na min jihadil asghar ila jihadil akbar...." Jihadun Nafs. 'Kita kembali dari jihad yang kecil menuju kepada jihad yang besar' TIDAK ADA ASALNYA. Asal hadis ini tidak ada sebagaimana telah diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya Al Furqan baina Auliair Rahman wa Auliaisy Syaithan (hal 50). Sekian...tolong dicek dalam kitab tersebut...kalau ubaid salah...beritahu ya....dah dulu kawan lama....
4 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah
Dari kawan lama...lama...kawan dulu...sekarang...wallahu a'lam....Maaf sebelumnya atas kedangkalan jawaban dan fikri abu niswah ini: 1.Secara lafdhiyyah antara thahara dan harama memang lain....namun saya melihat secara umum ayat dimana Allah melarang bertumpah darah saat bulan tersebut...ini yang saya tangkap adalah bulan tersebut adalah bulan yang suci dari pertikaian sebagaimana dinisbahkan kepada baitullah al haram...dimana tidak diijinkan ada darah yang tercecer dalam tempat yang mulia tersebut. Nah ini yang menjadikan sama antara haram dengan suci untuk hal tersebut...jadi bulan haram itu adalah nama yang diberikan oleh ulama karena Allah mengharamkan bulan - bulan tersebut. 2.Sebenarnya secara langsung terucap tidak pernah ter upload di media IT...hanya saja ini tercermin dari aktivitas keseharian yang menganggap bahwa bulan suci ini adalah saatnya untuk "bermalas - malasan" dalam beraktivitas....bahkan dengan seenaknya sendiri mengatakan "tidur di bulan puasa adalah ibadah"....wah BAYAHA eh BAHAYA... 3. "raja'na min jihadil asghar ila jihadil akbar...." Jihadun Nafs. 'Kita kembali dari jihad yang kecil menuju kepada jihad yang besar' TIDAK ADA ASALNYA. Asal hadis ini tidak ada sebagaimana telah diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya Al Furqan baina Auliair Rahman wa Auliaisy Syaithan (hal 50). Sekian...tolong dicek dalam kitab tersebut...kalau ubaid salah...beritahu ya....dah dulu kawan lama....
5 | Senin, 02 Oktober 06
ubaidillah_niswah
Oh maaf mengenai yang menamai bulan haram...bukan ulama...namun Allah yang langsung menamai dengan bulan haram....Namun insyaallah tidak mengurangi makna kesucian pada bulan tersebut
6 | Ahad, 15 Oktober 06
mnur
afwan beid, ttg hadist yang ana janjikan kemarin..waktu ana ke tempat teman ana eh..ternyata dianya salah tangkap... yang d dapat malah masalah jihad dan niat..yang ana katakan ketemu 9 hadist kemarin itu...klo yang jihat besar itu tdk ketemu... mungkin memang bukan hadist ya.. insyaallah klo tmn ana punya bukunya itu biar d carikan deh..makasih bayak ya beid.. kpn qta reuni, minimal chat deh.
| cipta gmna cara upload dari winwap komputer ke hp??? mohon bantuannya makasi ^_^ |
| Tips Bloggingterima kasih tutorialnya ya mas... |
| paulus pinem >:D< indonesia mempunyai sdm yg pinter2 tp pemerintah y tolol2 |
| Anto khalielwallah sing enak dadi wong awam wae yo... tp sing bener diskusi mek ra' ono fitnah... |
| Nasrunkalau baca artikelnya, seperti Nabi Muhamad karyanya lebih banyak perang, apakah ada karya lain yan... |
| yaywebsitemu uapik tenan kang. infone aplikatiufo banget je, sangal ancenan :x |
| andijohn ws lebih baik diskusi langsung dengan yang nulis buku, biar gak jadi fitnah. |
| joeoemmas pas tak ketik http://localhost/wap/wap.wml ehh,,kok malah eror trus muncul unsupported content-... |
| taufikcerita diatas perlu dikoreksi. si ahli ibadah itu baru saja berniat untuk maksiat dan belum melakuk... |
| Abah-Yoyokthanks untuk apresiasi thd buku ASMPS |
Desain JOGJAJE, Hosting 000webhost, Jogjaje merupakan rekanan dari mta-online
Segala bentuk tulisan yang tertera dan tercatat di web ini merupakan tanggung jawab dari penulis itu sendiri, njenengan™ diperbolehkan melakukan
copy paste daripada web ini asalkan menyertakan alamat yang jelas
Semacam web ini dibangun dan dijaga bersama-sama oleh masyarakat JOGJAJE
Seharusnya baik bila ditinjau dari segala browser, kecuali untuk IE
This Script Belongs To Allah SWT · running in Beta version