Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh Ubaidillah pada Ahad, 10 Juni 07kategori "AGAMA" ,dengan 6 komentar

Penting Untuk DITANGGAPI

Ada hal penting yang akan dibahas dalam tulisan ini ke depannya. Mengenai masalah orang yang mengaku muslim tapi mengikuti millah yahudi dan nasrani... Millah secara umum dipahami dengan jalan hidup. Jadi bisa dikatakan setiap gaya hidup yang menjadi culture orang - orang yahudi dan nasrani adalah millah mereka. Millah ini telah disebutkan Allah menjadi senjata utama kaum yahudi dan nasrani dalam menghancurkan kaum muslimin hingga yaumal akhir kelak. Sehingga berbagai media, daya dan upaya dikerahkan untuk menjadi "selang" mengalirnya millah mereka hingga mampu penetrasi dalam millah kaum muslimin dengan sangat halusnya. Sebagai salah satu contohnya adalah perayaan atau peringatan hari kelahiran yang sering disebut dengan Ultah atau HUT atau apalah namanya. Kasus ini telah menjamur di lingkungan timur. Dan secara tidak sadar para pembaca dan termasuk penulis kadang kala terjebak dengan situasi semacam itu. fatalnya seringkali tidak terasa bahwa millah yahudi dan nasrani telah dijalani. Budaya traktiran saat tanggal kelahiran datang, jalan bareng atau apalah yang ada sangkut pautnya dengan perayaan ultah. Allah rabbiii....hendaknya kita segera sadari hal tersebut dan sesegera mungkin kita hindari. Hal ini memang sangat tipis dan abu abu. Sekarang permasalahannya adalah bagaimana jika ultah itu dilangsungkan untuk suatu institusi atau yayasan? Sebut saja Majlis Tafsir Al Qur'an lah....Bagaimanakah hukumnya Dies Natalis yang (misalnya kalau) diselenggarakan oleh yayasan MTA? Adakah perbedaan yang signifikan antara perayaan ultah untuk personal atau institusional? Pasalnya kita sebagai lembaga dakwah seringkali mengatakan Perayaan Maulid Nabi itu laisa minal islam dan perayaan ultah sendiri adalah millah yahudi dan nasrani...tapi kunapa justru kita melaksanakan HUT MTA??????? Silakan dibalas dengan jawaban yang Berdasar Hukum Jelas.... Jazakumullah khoiran katsiran
24 Tips Menempuh Kehidupan
MILAD, Antara Haram dan Halal

Memahami Perbedaan
Ternyata Neraka itu Lebih Mahal dari pada Surga
When I Need Loves ......
Untuk para suami
Menghamba Sepenuh Jiwa Raga
February, 3 2009 in Ngawen
Gelo.....
dEEpEsT...
Hati yang buta
HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN
pikir...
Pernahkah Kita Bertanya ?
Cuma Sekedar Cross Check Tulisan Muh Nur
AKAL SEHAT MENOLAK FAHAM SESAT (beriman saja koq repot)
Sebuah renungan
Hati-Hati Juga Penting
Waspada Terhadap Pendidikan Kapitalis
Jangan Bosan Sabar
Bulan Ramadhan
Indahnya Malam Pertama

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

terdapat 6 komentar untuk tulisan ini

1 | Ahad, 10 Juni 07
adiWirawan

memang sebuah hal yang sangat tipis memang ketika kita mengatakan bahwa yang ini berupa media untuk dakwah dan yang lain hanya untuk penghamburan dan hura-hura. Tapi kalau kita memandang bahwa dengan ini bisa meningkatkan power dakwah kita di masyarakat it's okay saja saya kira, CMIIW [ correct me if i'm wrong ]


2 | Senin, 11 Juni 07
Ubaidillah

Assalamu'alaikum Terimakasih de adi bersedia ngasih tanggapan... Ubaid sangat mengahrgai dan berapresiasi pendapat adek';;;; Hanya saja ubaid ingin menggaris bawahi...Apa maksudnya tipis? jangan jangan ini akan terus lestari layaknya para ulama mengganti acara kenduri 40 harian orang hindu dengan acara baca yasin?.....bener ga? Apa jadinya jika haq dicampur dengan kebathilan? Bukankah masih banyak saudara saudara pengajian yang menyimpan getirnya "susah cari uang"; Susah makan? Mohon maaf


3 | Senin, 11 Juni 07
adiWirawan

nggak`usah minta maaf lagi mas ubaid, ya emang gini yang namanya diskusi. Gak ada yang menang sama nggak ada yang kalah, yang penting khan ada ilmu baru dan pencerahan baru setelah adanya diskusi itu sendiri. Setuju dengan kata-kata mas ubaid Apa jadinya jika haq dicampur dengan kebathilan?


4 | Selasa, 12 Juni 07
EnUGe

Suatu pemikiran yang insyaallah baik. Bisa diusulkan buat pimpinan pusat tuh...


5 | Rabu, 13 Juni 07
fitria

Urun komentar dikit nggih... Soal Ultah y?Mungkin ada baiknya kita harus sepaat dulu tentang apa itu Ultah dan bagaimana pelaksanaannya.Lalu apakah yang dilakukan MTA adalah Ultah??Saya kira tidak semudah itu menjawab Iya. Di tengah carut marutnya ummat Islam saat ini,MTA mencoba mengajak ummat Islam bersatu,dengan menggelar berbagai acara diantaranya adalah bazaar dan tabligh akbar.Dengan mengundang berbagai tokoh dari berbagai background aliran dan faham(yang tahlilan atau tidak).Pernah dengar soal kelompok pengajian yang dituduh ingkar sunnah(namun belum terbukti benar bahwa mereka adalah ingkar sunnah)setelah itu muncul selebaran yang intinya adalah '..daripada bingung,kembalilah kepada jalan surga yaitu Al-Kitab..' Nah,dengan menyelenggarakan acara2 tersebut,mungkin MTA mencoba mengajak ummat Islam jangan sampai terpecah belah.Bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah persatuan bukan saling beradu soal hal sepele.Lalu kenapa berdekatan dengan kelahiran?Saya kira ini hanya masalah momentum.Ketika bulan yang dikenal orang banyak sebagai bulannya PKI (G 30S/PKI) pada saat itu pula muncul organisasi Islam yang mengajak kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah.Bukankah hal ini perlu untuk khalayak?Apakah hal ini sebuah perayaan Ultah?? Dalam lain kasus,ketika banyak beredar buku2 tentang liberalism sesaat kemudian muncul pula buku2 penentangnya.Ketika banyak film2 yang nggak 'nggenah' beredar,sesaat kemudian muncul pula film yang 'berbeda'(film Deddy Mizwar misalnya).Sudah bukan saatnya lagi usaha2 kaum Yahudi&Nasrani supaya ummat ini mengikuti millah_mereka dilawan dengan frontal.Bukankah budaya harus dilawan dengan budaya?? Maaf,dengan segala keterbatasan ilmu yang saya miliki,saya mohon maaf bila ada kekeliruan.mohon koreksi&MAAF_nya.


6 | Rabu, 6 Mei 09
maar biru

antara yang HITAM dan PUTIH jelas sekali perbedaannya..antara keduanya adawarna abu-abu.kalau Alqur'an acuan kita bahwa Alqur'an sebagai FURQON atau pembeda...tentu tak perlu kita meributkannya.karena hati yang bening akan menuntun kita kepada kebenaran.


Menuju ke Form