Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh nr pada Rabu, 31 Januari 07kategori "MTA JOGJA" ,dengan komentar yang belum ditulis padanya

pengalihan paradigma

Pengalihan Paradigma (Penantian Berujung Pada Sebiji Hexos) Terlihat arakan awan putih yang bergerak mengikuti arah angin. Layaknya anak buah tunduk pada pimpinan. Semua menuju satu arah, tunduk patuh terhadap Tuhan, Sang Pencipta Maha karya. Keagungan itu hingga membuat seorang sholeh terkagum-kagum. Pandangan mulai turun secara perlahan, hingga tertuju disebuah tempat diujung sana. Terlihat sesosok gadis sedang duduk sendiri. Menanti sebuah harapan yang selalu dinantikan. Setia dan selalu setia mengharap kedatangan Sang pembawa kasih sayang untuknya. Belumlah cukup hanya segenggam kasih sayang, namun lebih membutuhkan bimbingan untuk bisa mengantarkan dirinya kembali pulang ke haribaan Tuhannya. Lama ia menanti, dikedalaman hatinya tersembunyi harapan yang suci. Tetesan air mata dari setiap isak tangis pengharapan selalu membawa hatinya untuk lebih mengenal Tuhannya. Melatih kesabaran serta ketegaran dalam penantiannya. Setiap nafas yang dihembuskan, menyadarkannya untuk selalu mengharap keridloan dari Rabbnya. Ketawadlu'an serta kesabaran membawanya untuk selalu ridlo dalam ketetapan Tuhannya, selalu berharap pada Rabbnya agar menjadi seorang yang selalu tunduk patuh terhadap perintahNya. Direlung hati yang terdalam, ada sepercik cahaya yang akan dijadikan sebagai lentera dalam jiwa, yang akan mengantarkan pada kekasih yang sebenarnya. Ditengah penantiannya, muncullah seseorang pemuda yang membawa sesuatu dalam genggamannya. Pemuda itu mendekatinya dan berkata, "Mau permen Mbak?" "Oh, terima kasih." Rasa mint yang ada pada permen pelega tenggorokan itu mulai menyebar dalam indra pengecapnya. Setelah beberapa lama, muncul pertanyaan dalam hati Sang gadis terhadap laki-laki itu. ' kok nggak pergi-pergi sih?! Wah, jadi nggak enak nih!' lalu Si gadis mulai beranjak dari tempat pemberhentian bus itu. Tapi? "Eh..Mbak! bayar dulu dong! Masa langsung pergi!" panggil laki-laki itu padanya. "Welleh! Bayar to? Saya kira gratis Mas!" "Waah jaman sekarang nggak ada yang gratis Mbak, memangnya hidup ini semuanya enak??" "O iya ya..!!" komentar Sang gadis. Tiba-tiba terlintas dalam benak Sang gadis 'semua itu butuh pengorbanan, tapi Allahkan, selalu membuat surprise bagi hambaNya. Jadi, jangan hanya berdiam diri! Tapi berdo'a, berusaha dan biarkan mengalir apa adanya aja! "Makasih ya, Mas!" ucap Sang gadis sembari mengeluarkan uang dari sakunya. Salah satu pelajaran yang dapat diambil adalah, selain sebagai tempat penantian bus, halte juga bisa dijadikan tempat untuk introspeksi diri. Intinya dimanapun kita berada, semua bisa dijadikan sebagai ladang ilmu. (Komentar pembaca: Nggak nyambung, Kaliii!!) YOBEN!
Create Simple WAP application Using PHP...
Creat Simple Application With WAP / Mem...

Sebuah Mimpi Masa Depan...
JEC bersama dalam Iedul Adha
sajak
Asrama Mahasiswa
kunjungan ke sma
ISIAN GELOMBANG I (Tafsir Al-Baqarah ayat 67 - 71
Surat Cinta Buat Ayahanda dan Ibunda
RAMADHAN... SEBENTAR LAGI
TABU YANG TERLUPAKAN....
Sukses...Pengajian Bantul
sudah benarkah sikap kita?
Kudanya Pengembara
Sebuah Resensi
PALAMTA TOUR DE NGANJUK
Mengapa Aku Memilih Dia
Akhwat Most Wanted
Thanks To My Parent
AWas LOCH ada virus MERAH JAMBU!
Narasi Seorang Pemimpin
kok excelent...?

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

belum ada komentar untuk tulisan terkait, jadilah yang pertama

Menuju ke Form