Obrolan ini kontraindikasi untuk orang lain, tapi cocok sebagai refleksi individu masing-masing. Mari kita ucapkan basmalah sebelum mengobrol. “Bismilahirrohmanirrohim” semoga terhindar dari yang tidak bermanfaat dan menyakitkan hati yang lain.
Kita awali dari diri sendiri. Jika bicara tentang masalah diri yang notabene manusia tanpa lepas dari salah dan dosa memang cukup unik. Kehidupan ada karena ada manusia. Mulai dari masalah yang sederhana hingga yang cukup pelik. Sandang, pangan, papan, pendidikan, sosialisasi, kesehatan, pekerjaan, refresing, mengaji, de el el semuanya diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.
Pfff…. hirup nafas panjang lalu keluarkan perlahan melalui mulut, maka akan terasa lebih fresh. Kalo mau dilanjutkan,,, pejamkan mata sejenak, kosongkan pikiran sembari hirup nafas dalam-dalam melalui hidung, tahan sejenak lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Hal ini sama saja dengan istirahat (tidur) selama 2 jam. Katanya seeeh…
Kembali ke topik awal, tentang manusia. Manusia diciptakan Allah terdiri dari dua jenis, laki-laki dan perempuan. Antara keduanya terdapat suatu perbedaan yang terlihat samar, yaitu mengenai karakter manusia.
Memang sudah dari sononya Allah menciptakan sesuai dengan fitrah jenis kelamin masing-masing. Tentu lebih familier ditelinga Anda jika berbicara mengenai kebaikan dan keburukan fitrah manusia dalam hal agama. Tapi jika dilihat dari anatomi otak, antara laki-laki dan perempuan berbeda. Dalam buku Michael Guriaan dalam bukunya yang berjudul What Could He Be Thinking ? …. Menjelaskan bahwa perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan terletak pada ukuran bagian-bagian otak, bagaimana bagian itu berhubungan, serta cara kerjanya. Perbedaan mendasar antar dua jenis kelamin itu antara lain;
* Perbedaan spasial. Pada laki-laki, otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks. Contohnya, perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekali mengotak-atik kendaraan.
* Perbedaan verbal. Daerah korteks otak laki-laki lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerah korteksnya untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan syaraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil seperempat ketimbang otak perempuan. Bila laki-laki hanya menggunakan belahan otak kanan, maka perempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang pria. (No comment!). Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata perhari, sementara laki-laki hanya 7.000 kata! Tapi.. wallahu a’lam..
* Perbedaan bahan kimia. Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selain itu otak perempuan juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusia dengan manusia lain atau dengan benda. Dua hal ini mempengaruhi kecenderungan biologis otak pria untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbang bicara. Ini berbeda dengan perempuan.