Itulah kebiasaan di pagi hari yang saat ini marak dan mendunia, apalagi kita-kita yang berpredikat ? remaja?. O ya ditambah hawa dingin yang rasanya merasuk tulang, wah memang enaknya merapikan selimut atau sarung. Rasanya malas sekali untuk henyak dari tempat tidur, kasur, atau di manalah sajalah kita tidur. Soalnya ada juga yang hobby tidur di kursi bahkan sambil duduk he he he. Memang kita benar-benar cinta dengan yang namanya tidur. Kata salah seorang teman di asrama bahkan, ?Yang paling nikmat yang tidur, mbak? (sambil ketawa ketiwi). Pendapat seperti ini menduduki mayoritas di antara kita. Sepakat jugakah Anda?
Kalau bagi penulis, yang paling nikmat ya, memadu kasih. Dengan siapa coba? So pasti dengan Allah tentunya. Karena Dialah muara kasih sayang, cinta, dan pengabdian. Kalau teman-teman sudah coba mencicipi dan meresapinya, pasti akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Duh pokoknya nikmat dech, ga percaya, coba aja. Yang jelas lebih nikmat dari tidur, makan, apalagi pacaran. Tidur hanyalah memenuhi kepuasan mata, Makan memuaskan perut. Dan pacaran membuat hati senang sekejap tapi mlarat dunia akhirat, Iya nggak? Habisnya kalau kencan butuh ragat butuh pulsa tapi membuat hati serasa kering kerontang karena tidak dirahmati Allah.
Sebenarnya tidur juga hak tubuh sich, ia juga sebagai sedekah. Tapi kalau sudah berlebihan, itu mah bukan hak lagi, tapi sudah menyita hak bagi kewajiban lain yang harus dilaksanakan. Kita jadi menomorduakan sholat, dzikir, merenung/berpikir, bersih-bersih, belajar, maupun beramal baik yang lain. Semua hal perlu dimanage secantik dan sebagus mungkin. Harus ada porsi-porsi maupun prioritas-prioritas untuk mengatur kehidupan kita biar bermakna. Kamu adalah penentu hidupmu!
?Nyambung? akan membuat kita jadi malas melakukan aktivitas-aktivitas positif. Badan rasanya susah diajak gerak. Maunya lengket aja tuch di sprei (kalau pake sprei sich). Bayangan yang muncul di benak kita hanya segudang tugas atau problem yang akan kita hadapi. Jadinya nambah suntuk karena terasa beban yang berat di pundak kita, tanpa ada usaha penyelesaian yang nyata. Aduh kita seperti manusia yang paling buruk nasibnya di dunia, masalah banyak dan nggak selesai-selesai.
Tapi ada juga tipe orang yang tidak mau ambil pusing dengan dirinya dan apa yang ada di sekitarnya. Ada tugas ya dikerjain apa adanya, kalau perlu copy paste aja punya teman yang lain, toh dosen nggak ada yang tahu. Pas tidak ada tugas atau masalah ya santai-santai saja. Waktu demi waktu berlalu tanpa ada yang bermakna, biasa saja, datar, dan dilupakan. Tak ada tujuan, planning, ataupun target. Tak ada perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi hidup kita maupun orang lain. Padahal sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain kan? Sebegitu rendahkah kita menghargai diri kita? Seakan hidup ini hanya di dunia saja, tidak ada pertanggungjawaban di akherat kelak.
Nah, sekarang apa aja sich yang bisa kita lakukan untuk dapatkan muara kasihnya si pagi yang cerah itu? Supaya hari-hari bisa kita lalui dengan berkah dan menyenangkan? Yang pertama, coba sambutlah datangnya pagi dengan berkomunikasi dan bercengkerama dengan Arrahman Arrohim, Tuhan kita. Dialah sumber inspirasi kita dan kebugaran semangat kita. Tahajud di sepertiga malam terakhir akan membuat kita selalu ingat padaNya dalam setiap aktivitas kita. Ketika mau berbuat salah secara otomatis hati kita akan berkat ?Tidak/Jangan?. Berniatlah untuk bangun sejak sebelum tidur, semaksimalnya lakukan amalan-amalan sebelum tidur yang dicontohkan Nabi kita. Bangun tidur langsung do?a bangun tidur dengan penghayatan selanjutnya ambil air wudlu. Insya Allah kalau benar-benar dilakukan tulus ikhlas karena Allah, maka tidak akan ada rasa kantuk. Mulailah sholat dengan konsentrasi penuh kepadaNya. Takbiratul ikhram adalah kepasrahan penuh bahwa kita adalah hambaNya. Subhanallah, benar-benar akan terasa nyaman sekali. Dan karena kita beraktivitas justru badan jadi lebih hangat.
Di sela-sela sholat bisa juga berdzikir, berdoa, baca Al Qur?an ataupun belajar. Lanjutkan dengan melakukan sholat sunnah Fajar dan sholat Subuh berjama?ah. Keutamaan sholat Fajar lebih baik dari dunia seisinya lho, so jangan ditinggalkan. Sholat Subuh berjamaah juga sangat besar keutamaannya. Bahkan dalam sebuah hadist riwayat Bukhori Muslim, Rasulullah bersabda : ?Seandainya manusia mengetahui keutamaan sholat Isya? dan Subuh niscaya mereka mendatanginya meski dengan merangkak?. Terutama bagi laki-laki lebih utama ke masjid. Selain tiap langkah kita menghapuskan dosa dan dicatat pahala, udara pagi juga masih fresh sehingga bagus untuk kesehatan.
Sehabis Subuh bisa juga Qiro?ah atau mendengarkan tausiyah di radio dengan sedikit melakukan gerak badan. Bagi yang HP-nya ada fasilitas radio bisa mendengarkan berbagai tausiyah sambil berolah raga misalnya lari-lari, insya Allah itu adalah ikhtiar untuk memenuhi hak jasmani kita. Jangan hanya nyetel musik melulu yach. Olahraga selain dapat memperlancar peredaran darah sehingga metabolisme tubuh bagus juga udara pagi sangat sehat untuk kita hirup. Belum banyak polusi udara. Dan kita akan bisa tadabur alam di sana. Begitu Maha Besar dan Sempurnanya Allah dengan segala ciptaannya. Melihat tanaman-tanaman dengan berbagai warna, bentuk dan jenis yang berbeda-beda. Masing-masing mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri. Wah, mesti kita jadi tambah bersyukur kepadaNya.
So, mau nyambung lagi, nggak dech! Hidup ini indah, masak cuma mau buat tidur. Sayang atuch. Baiklah, selamat menyambut pagi dengan semangat yang tinggi, Ok!