Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh Fajar pada Rabu, 20 Pebruari 08kategori "Sain dan Teknologi" ,dengan 2 komentar

Naik Bus Trans Jogja

Kemaren (18/2/08) adalah pembukaan trayek bus baru yang beroperasi di Jogja. ialah bus yang sering disebut-sebut dan dibicarakan orang baik itu pro maupun kontra. Saat pertama kali dan mungkin dalam beberapa hari ini, naik Trans Jogja cukup murah (baru promo katanya-red). Seribu rupiah sekali jalan.

Karena ada event inilah, kami (admin jogja-Je) menjajal kehandalan bus ini. Waktu naik ke halte, aku dibayari. Maklum mahasiswa, sukanya dibayari...seribu ajanebeng :) . Dihari pertama ini, alat yang seharusnya untuk memasukkan karu belum beroperasi alias belum jalan, jadi bayarnya manual aja.

Bus ini memiliki enam jalur, untuk keterangan lebih lanjut tentang jalurnya, bisa dilihat dalam halte saja sih. Tak lama berselang bus-pun datang, dengan hati senang, kami masuk dengan riang. Jalur 1B yang aku naiki.Didalam bus dingin banget, sampai-sampai ada orang yang waktu di halte jaketnya dilepas, di dalam bus dipakai lagi.

Tibalah waktu maghrib, berarti turun dulu, shalat maghrib di Ambarukmo Plaza. Trus naik bus Trans Jogja lagi.

Di bus yang kedua ini kondisinya agak beda dengan yang pertama tadi, yang ini lebih sumpek, karena yang pengen numpak banyak banget kali ya..

Turun di dekat pitza, eh pizza apa Dankin Donat ya... wah lupa yang jelas gak beli makanan kayak gitu kok, eman-eman duite. Setalah sekian lama naik Trans jogja, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kampus, karena memang start dari kampus.

Kesan naik Trans Jogja

  1. Adem
  2. Yang jaga pintu pake halo-halo (mikropon) untuk ngumumin sudah sampai halte mana.
  3. Pegangan di atas kurang nyaman, karena kalo pakai tali seperti itu, usaha yang diperlukan untuk tetap berdiri tegak cukup besar dibandingkan dengan pegangan pada besi.
  4. Haltenya jauh-jauh. Misalnya untuk anak Ilmu Komputer UGM yang kosnya di pogung. Kalo dari kampus naiknya dekat, tapi turunnya dimana, hayoo... atau sebaliknya kalo mau ke kampus naiknya dimana? wong di jalan Kaliurang adanya didekat kampus kok.
  5. Jok-nya kurang empuk, karena hanya terbuat dari plastik, dan dilapisi karpet.
  6. Pengemudinya halus, tidak kasar, tidak kebut-kebutan.
  7. Jalurnya kurang banyak, karena tidak ada bus Trans Jogja yang lewat Ring Road Selatan.
Mungkin ini saja dulu semoga dapat dijadikan peganagan bagi yang ingin naik bus ini.
sajak
Liku Liku Kehidupan

Penemuan Tengkorak Kaum Aad (Semoga dapat menambah keimanan kita, amin)
Insinyur Indonesia getarkan Australia, Malaysia dan Singapura.
SARASEHAN GUNUNG MERAPI
Bayangkan Saja ...
GEMPA
Pesona Friendster
Indonesia dan Teknologinya
Menggunakan kompas untuk membaca peta

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

terdapat 2 komentar untuk tulisan ini

1 | Rabu, 20 Pebruari 08
add_

o iya aku masih hutang sama kamu kok ya jar...


2 | Sabtu, 25 April 09
mawar biru

gimana ya...biar bis bis di jojgja ni gak usah pakai kernet???biar pak sopiernya juga mau sedikit belajar untuk pinter??


Menuju ke Form