MINGGU DEPAN
Satu kata cinta Bilal : "Ahad!"
Dua kata cinta Sang Nabi : "Selimuti aku...!
Tiga kata cinta Ummu Sulaim : "Islammu, itulah maharku!"
Empat kata cinta Heni : "Insya Allah saya ikhlas"
Tiga kata cinta paling awal, tentu kita tahu siapa mereka. Tapi yang keempat? Bahkan saya juga kesulitan untuk mengenalkannya padamu kawan.
Tapi saya akan mencobanya demi kalian semua.
November 2008,
Saya menghadap ustadz EK di ruangan beliau setelah pengajan rutin hari Kamis, sehabis shalat maghrib, untuk menyatakan keinginan saya.
"Oh begitu, baiklah kalau memang sudah siap. Saran saya cuma satu, luruskan niat hanya untuk ibadah kepada Allah", kata beliau.
"Terima kasih ustadz"
"Insya Allah MINGGU DEPAN sdh ada data untuk antum"
Para pencinta sejati tak suka berjanji.
Tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai,
Mereka akan segera membuat rencana untuk memberi.
(Salim A. Fillah)
Satu minggu berikutnya, saya kembali menghadap ustadz EK.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, sini is silakan duduk".
Beberapa saat kemudian setelah beliau mengambil sesuatu dari tas hitamnya.
"Ini ada data putri, tolong dipelajari dulu, mintalah petunjuk Allah"
Saya menerima amplop warna putih dari tangan beliau.
"Saya tunggu jawabannya MINGGU DEPAN", lanjut ustadz.
"Insya Allah".
"Antum sudah benar-benar siap kan?"
Sangat sulit untuk menjawab pertanyaan itu sambil menatap mata beliau.
"Insya Allah".
Di hutan, kulihat dua cabang jalan terbentang.
Kuambil jalan yang jarang dilalui orang.
Dan itulah yang membuat segala perbedaan.
(Robert Frost, The Road Not Taken)
Dalam amplop itu, ada data semacam CV, dua foto ukuran postcard penuh badan dan separo badan, dan keduanya lengkap mengenakan kerudung. Saya sama sekali tidak mengenalnya sebelumnya. Namanya Heni.
Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan
Untuk merenda mimpi,
Merajut cita-cita,
Dan menyusun rencana;
Tetapi semua kemampuan itu
Tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita
Untuk menunda.
(Salim A. Fillah)
Bismillaah,
Satu minggu berikutnya, saya menghadap ustadz EK lagi untuk menyatakan kesediaan saya melanjutkan proses kemarin. Dan itu berarti, saya harus menyerahkan data saya (semacam CV dan dua foto penuh badan dan separo badan) kepada ustadz.
"Data antum akan saya serahkan kepada pihak putri secepatnya, semoga MINGGU DEPAN sudah ada jawabannya, insya Allah"
Jika cinta adalah matematika
Maka yang mencintai kita
Akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga
Membagi kesedihan hingga tak berarti
Menambah keyakinan hingga utuh
Mengurangi keraguan hingga habis
(Salim A. Fillah)
Begitulah kawan...
MINGGU DEPANnya saya mendapatkan jawaban.
MINGGU DEPANnya lagi ta'aruf.
MINGGU DEPANnya lagi khitbah.
Dalam khitbah itulah kudengar empat kata cintanya, “Insya Allah saya ikhlas”
Dan itu pertama kali kudengar suaranya.
Jika ada yang bertanya, “Memang bisa apa, yang sebelumnya belum pernah saling kenal untuk membina kebahagiaan berumah tangga?"
Ketahuilah wahai orang yang bertanya, saya juga bertanya.
Jangan kau kira cinta datang
Dari keakraban dan pendekatan yang tekun
Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa
Dan jikalau itu tiada
Cinta takkan pernah tercipta,
Dalam hitungan tahun, bahkan millenia
(Kahlil Gibran)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)...”
(QS. An-Nur : 26)
Begitulah apa yang saya alami ketika itu semoga ada guna dan manfaatnya buat kita semua. Mengapa? Karena di zaman sekarang ini banyak yang meragukan kebenaran yang hakiki.
“Al haqqu mirrobbikum falaa takuunanna minal mumtariin” (kebenaran itu adalah dari Allah, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu)
(QS. Al-Baqarah : 147)
Terima kasih kawan karena mau membaca cerita saya.
Insya Allah MINGGU DEPAN kan ada kabar/cerita lagi.
Dan MINGGU DEPANnya lagi.....Insya Allah.