
? Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku? Qs adz dzariat (51 : 56).
Firman Alloh diatas sangat jelas menerangkan tujuan Allah menciptakan jin dan manusia. Ya, menyembah Alloh, beribadah kepada Alloh, mengabdi hanya kepada Alloh. Bukan yang lain. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, sejauh mana kita telah mengabdi kepada Alloh?
Hal ini mengingatkan penulis pada sosok yang menjadi buah bibir bersamaan dengan aktifnya gunung merapi, mbah Marijan. Mbah Marijan ini mengaku sebagai seorang abdi dalem kraton Jogjakarta, yang mendapat perintah langsung dari bosnya, Sri Sultan, untuk menjadi juru kunci merapi. Apapun yang terjadi, beliau diutus oleh sang Sultan untuk menjaga keamanan warga sekitar lereng merapi. Maka ketika status merapi sangat membahayakan, ketika semua penduduk sibuk mengungsi menyelamatkan diri, tidak demikian dengan sosok yang satu ini. Beliau dengan gagah berani justru naik ke puncak merapi untuk memohonkan keselamatan (dengan versi beliau tentunya ) atas bencana merapi.
Apakah beliau tidak sadar akan bahaya yang dihadapinya saat itu ? Tentu sangat sangat sadar. Tetapi sebagai seorang abdi dalem, sebagai seorang hamba Sultan, apapun dilakukannya demi melaksanakan perintah sang Bos. Bahkan perintah dari orang-orang besar untuk turun menyelamatkan diri pun tak digubrisnya.
Kalau kita kaitkan dengan diri kita, dengan penghambaan kita sebagai manusia kepada Alloh tuhan kita, sudahkah tingkat pengabdian kita setara dengan pengabdian seorang Marijan kepada Sri Sultan? Padahal, apakah Sri Sultan menjanjikan balasan yang banyak kepada mbah Marijan atas pengabdiannya sebagaimana Alloh menjanjikan kepada kita Surga?
Apakah Sri Sultan menakut-nakuti mbah Marijan dengan siksaan jika beliau khianat kepadanya sebagaimana Allah akan mengganjar kita dengan Neraka? Wallahu A?lam.