Ada sebuah cerita : “Seorang petani menemukan telur elang dan kemudian ditempatkan bersama telur ayam yang sedan dierami. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku sama persis seperti anak-anak ayam yang lain, karena mengira dirinya memang anak ayam. Dia melakukan semua yang dilakukan oleh induk ayam. Mengais tanah untuk mencari makan. Mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara. Pada suatu hari dia melihat seeokor elang yang terbang dengan gagah mengarungi angkasa. “wow, luar biasa! Siapa dia itu?” katanya dengan penuh kekaguman. “Itulah elang,si raja segala burung!” sahut ayam disekitarnya. “Kalau saja kita bisa terbang di angkasa sepertinya! Luar biasa!”. “Ah jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedangkan kita hanyalah makhluk bumi yang selalu berada di bawah. Kita hanya ayam!”. Alhasil, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai ayam, karena begitulah anggapan tentang dirinya.”.
Dari cerita di atas kita bisa renungkan bersama, apakah kita menganggap diri kita “ayam” padahal kita adalah “elang” yang bisa terbang tinggi di angkasa ?
Ada sebuah ungkapan bijak yang menyatakan, “Masa depan adalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan dari impian-impian mereka.” Apa yang kita pikirkan !? Jika kita berpikir BISA, kita pasti BISA! Bila kita berpikir “gagal” maka kegagalanlah yang kita tuai.
Jadi tidak perlu kita berkecil hati dengan keadaan kita sekarang. Entah itu nilai jelek atau gagal dalam melakukan sesuatu. Ada kata kunci untuk menuju kesuksesan yaitu keberanian. Kita harus memiliki 3 keberanian: Berani bermimpi menjadi orang sukses, Berani memulai dari yang kita bisa, dan berani menjalankan proses (berjuang sekuat tenaga melakukan apa yang kita impikan).
Good Luck