Aku akan bercerita kepada njenengan semua tentang sebuah kisah, yang saya yakin njenengan tentu pernah dengar tentang kisah ini sebelumnya, pastinya.
Ini adalah cerita tentang seorang pemuda modern dan terpelajar. Dan layaknya sebuah cerita tentu diperlukan sebuah variabel untuk menampung nama asli daripada si pemain ini (seperti layaknya oleh TKP), maka untuk selanjutnya kita sebut sebagai pihak pertama yang ber-variabel kan dengan nama si B.
Seperti yang saya sebutkan tadi, si B yang merupakan pihak pertama merupakan pemuda tampan, modern, terpelajar, kaya nan cerdas. Dalam kisah tersebut si B digambarkan sebagai seorang pemuda yang rajin beribadah, sholat 5 waktu tetap terjaga, amal-amal baik selalu tidak lupa. Sungguh merupakan pemuda idaman tentunya.
Dan kisah pun berlanjut. Kisah tetap saja kisah, jangan dengan sekonyong-konyong untuk diterima apa adanya. Si B ini karena dengan kondisi dia yang begitu luar biasa dengan segala kelebihannya menjadikan dia sebagai seorang pemuda yang sangat digandrungi lawan jenisnya. Maka untuk selanjutnya kita munculkan lagi tokoh baru yakni si C dan mungkin si si yang lain yang tidak bisa kita sebutkan satu per satu nya.
Tak kuasa dengan cinta, perhatian, paras dari si C maka si B pun berpacaran dengan si C. Kalau njenengan belum paham makna pacaran mungkin bisa ditengok tulisan
wikipedia tentang arti pacaran itu sendiri. Si B dan si C merupakan pasangan yang serasi begitu kata kebanyakan orang. Dan si B serta si C pun mengamini hal tersebut. Sholat jalan, pacaran jalan. Iman jalan maksiat jalan. Saya ulangi sekali lagi bahwa ini hanya kisah rekaan, saya yakin hal ini tidak bakal terjadi di alam fana kita saat ini.
Dan orang-orang awam pun bilang Si B merupakan pemuda Muslim yang modern, karena Islam dan juga pacaran.
Allah Ta’ala berfirman, “katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya.” (An Nur: 30)Si B sebagai seorang pemuda terkenal nan Flamboyan mungkin merupakan sosok pemuda yang modern. Keluar masuk luar negeri tiada henti. Tontonan ala Pelem barat nan ke Barat baratan sudah merupakan santapan sehari hari. Sehingga tak ayal dia merupakan produk media yang biasa dijadikan konsumsi oleh mata dan hatinya.
“Sungguh, kamu akan mengikuti sunnah-sunnah (ajaran-ajaran) orang-orang sebelum kamu, setapak demi setapak, bahkan kalau mereka ke dalam sarang biawak, niscaya kamu juga akan memasukinya, “ Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah, kaum Yahudi dan kaum Nasrani? Rosululloh bersabda, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Bukhari dan Muslim).Ketika saya hendak menyelesaikan cerita si B dan si C yang cadas tadi, tiba tiba seorang bijak bestari di dekat saya berkata, “Jadi, syahwat adalah penyakit kemaksiatan dan dosa yang sering digandrungi generasi muda.” Saya kaget, terperanjat, ternyata sang Bijak itu ikut menyimak cerita saya. Maka saya pun diam dan mengikuti apa yang beliau akan katakan selanjutnya.
“Mayoritas generasi muda terjerumus ke dalam lembah penyakit syahwat ini, bukan karena penyakit syubhat. Karena yang terjerumus ke dalam penyakit syubhat ini adalah orang-orang yang bergelut pada hal-hal yang bersifat pemikiran, filsafat, syak wasangka, kebimbangan, serta gangguan-gangguan. Sementara penyembuhan penyakit syubhat ini adalah dengan keyakinan yang mantap, serta ilmu pengetahuan yang memadai dan bermanfaat”, begitu kira-kira yang dikatakan si Bijak Bestari itu seusai beliau menyelesaikan kalimatnya yang pertama.
Saya hanya diam, karena kata-kata nya sungguh dalam, tepat, dan mengena.
Belum selesai saya mengedipkan mata, dengan tangkas sang bijak bestari itu pun berujar kembali, “Penyembuhan dari penyakit ini adalah bersabar.”
“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”. (As-Sajdah:24)
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan ALLAH”. (An-Nahl:127)Seusai sang bijak itu pergi meninggalkan saya, tiada lagi kata yang bisa keluar, karena kalimatnya memang cukup dan mencukupkan.
Dan saatnya kita lupakan cerita tentang si B, si C dan cerita aneh lainnya. Karena itu hanya kisah, jangan ditiru. Sekali lagi, demi Allah jangan ditiru, ingatkan saya dan juga teman sekeliling anda untuk menghapus angan-angan untuk jadi si B si C dan sebagainya.
Ajak siapa saja orang yang njenengan kasihi dan orang di sekitar njenengan untuk tetap bersabar terhadap perintah Allah dan larangan Allah. Biarkan kita tercukupkan dengan menjadikan Allah dan Rosul menjadi panutan kita. Semua akan indah pada waktunya.
Dinukil dari buku , “Jadilah Pemuda KAHFI, ekspresi cinta seorang ulama kepada pemuda”.