Seorang pemuda sedang mengendarai sepeda motor. Karena jalannya yang sepi iapun sangat menikmati indahnya alam di kanan-kiri jalan. Ketika sedang asyik berkendara sambil menikmati indahnya alam, tiba-tiba pundaknya dipukul oleh seorang pengendara sepeda motor lain yang menyalipnya dari belakang.
Dugg !
Hatinya panas seketika dan ingin membalas perlakuan kasar itu. Dipacunya sepeda motor dengan kencang untuk mengejar si pemukul itu. Setelah dekat ia berkata, “Hai sialan kau! Kenapa kau pukul aku?”
Tanpa membuka helm si pemukul itu menjawab, “Emangnya kenapa? Mau membalas?
“Kau ini memang benar-benar kurang ajar, ya. Bukannya minta maaf malah menantang. Ayo turun!” Kata pemuda balas menantang.
Orang itu turun dan membuka helmnya. Ooo.....ternyata mereka berdua adalah dua sahabat yang sekian lama tidak bertemu. Kemarahan itu hilang seketika dan berganti dengan rangkulan dan canda tawa yang menghiasi perbincangan akrab mereka.
Bagaimana perasaan kita jika bertemu dengan sahabat dekat yang sekian lama tidak bertemu? Wah pastilah hati kita merasa sangat senang dan ingin sekali tahu lebih banyak bagaimana kabarnya selama ini.
Begitulah cinta, begitulah kasih sayang. Dengan cinta hilanglah rasa sakit. Dengan cinta hilanglah rasa dendam. Dengan cinta hilanglah rasa kekesalan dan kejengkelan.
Itulah mengapa sang ibu tidak merasa jengkel dan jijik ketika sang bayi buang air disaat sang ibu sedang enak-enaknya menikmati makanan. Itulah mengapa sang ayah tidak merasa bosan memberi nafkah kepada keluarganya.
Maka dari itu marilah kita sadari bersama, apakah kita sudah memiliki cinta seperti cintanya beliau (ibu dan ayah) ?