Rabu, 8 September 10
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh alkhansa pada Jumat, 20 Maret 09kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 1 komentar

Berbagi Cerita di Minggu Pagi Ceria…

Setelah beberapa waktu sebelumnya kepenanatan mulai mengusik pikiran, akhirnya terlepas sudah. Minggu pagi yang cerah, rencana yang katanya telah tersusun kurang lebih satu bulan yang lalu terlaksana juga. Kami mengadakan tour ke suatu tempat dimana kita bisa lepas tawa dan ber- haha hihi bersama, beserta masyarakat ASPI.. Tibalah kita di “Paris”, yang jelas bukanlah pusat mode sedunia yang selama ini dikenal banyak orang, tapi lebih tepatnya Parangtritis, kami lebih akrab dengan sebutan “Paris Van Djogja.” Luapan ekspresi gembiran serta hingar bingar terkuak saat kedua kaki tersentuh dinginnya ombak yang kian menepi. Gelak tawa yang selama ini belum terlepas kini akhirnya bisa jatuh tanpa menimbulkan kekecewaan. Gelombang pasang surut yang menerpa diri menambah pengalaman dalam indra kami hingga kami bisa mengatakan, “Oh, ternyata rasanya seperti ini ya!” tentunya dengan kesadaran penuh saat mengungkapkannya. Meski terjatuh dan terguyur ombak, tapi tidak tersirat dalam wajah kami suatu nestapa, meski pemandangan disekitar kami kurang begitu menyehatkan mata, telinga dan hati. Alhmadulillah kami betul-betul menikmati suasana pantai saat itu, bisa berjalan menyusuri pantai sambil main air di pantai selatan. Pffh… Dalam kesempatan yang mungkin hanya sekali itu, terbentik dalam pikiran untuk menafakuri semua itu. (Jangan salah… ada sesinya untuk bertafakkur…). Mungkin yang perlu digarisbawahi, setiap moment yang pernah kita lewati apakah mampu membawa diri untuk lebih dekat atau malah semakin jauh dari kebaikan, hingga berefek pada kekecewaan yang hanya bisa dikenang. Mudah-mudahan saja efek positifnya mampu membawa kita untuk lebih dekat dengan kebaikan. Itu yang diharapkan. Matahari sudah kian meninggi. Kedua telapak kaki sudah mulai merasakan teriknya matahari melalui butiran-butiran pasir lembut diatas pijakan kaki. Namun angin tetap berhembus menyamarkan panasnya suasana. Saatnya makan siang… Setelah dirasa cukup, kita istirahat untuk menanggapi respon dari otak atas permintaan lambung. Laper… yah! kita makan-makan bareng pada tempat yang telah disediakan. Meski basah lagi kotor kena pasir, tidak mengurangi selera makan kami sedikitpun untuk menikmati makanan dengan penuh syukur. Satu porsi untuk berdua, bertiga… hmm… semakin menambah keakraban kami. Semoga simpul persaudaraan ini tetap menyatukan kami dalam Islam. Setelah makan-makan masih ada acara menarik! Yaitu permainan “putar saran”. Dalam permainan itu, masing-masing dari kami diberi kertas dan bolpoint, terus begini… setelah begini begitu begini begitu dan seterusnya hingga selesai. Satu ilmu yang terungkap dalam otak, bahwa peningkatan kualitas diri diawalai dari kritikan yang membangun dan perasaan welcome menerima kritik atau saran dari orang lain, sehingga seseorang akan berkreasi dan inovasi dalam meningkatkkan mutu dan citra diri. Eng ing eng… Alhamdulillah… setelah melalui potongan-potongan acara dengan sedikit serius bercampur banyak gembira akhirnya aku mengambil keputusan untuk mendahului pulang, sementara teman yang lain masih santai menikmati suasana. Kukendalikan sepeda motorku bersama sahabatku untuk menyusuri jalan paris kembali pulang. Hanya tinggal sisa-sisa tenaga yang berbuah rasa kantuk disepanjang perjalanan, tapi masih tetap aman dan terkendali. Syukur alhamdulillah kuucakan syukur pada Allah ta;ala yang telah memberi kesempatan untuk melepas penat dihari minggu pagi kami. Pikirankupun refresh… Mudah-mudahan ada manfaatnya. :)
MANdi..senDIRI
Pemaksimalan Fungsi Otak

Arep Ngopo rek?
Hanya Refreshing
Ilmu untuk investasi
Kaifa khaluk? *
Harkitnas
Semua Punya Bagian Sendiri
Teruntuk Mbak Riri dan Mas Jojo
Pernik
Hanya sesaat....!!!
Eywa *
Untuk Setiap Tetesan Darah yang Kita Rangkai di Sini (Sebagai Bentuk Keprihatin...
Minggu Depan
manifesto
KISAH SEORANG ANAK DAN KUENYA...
GHAZWAH FIKR
Harus cantik dalam tanda kutip ya?
Namakan Saja Pitulasan
Ada Apa Dengan Cinta
Kita Adalah Elang
Karena Kejujuran Begitu Berharga

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya »

terdapat Satu komentar untuk tulisan ini

1 | Kamis, 26 Maret 09
esael

yooo sep.. ada manfaatnya! emg perlu acara kyk ini.


Menuju ke Form