Assalamu'alaikum wr wb
Di tengah kesibukan untuk mensintesa beberapa part bus gandeng, penulis menyempatkan diri untuk menengok situs kawan jogja. Nampaknya situs ini makin "rame" aja yach... :-) Banyak artikel yang di upload. Hanya saja sebenarnya dari semua artikel yang ada perlu mendapat sumbangan pemikiran yang kritis. Bener juga kata admin, bukan PEMBERONTAK tapi Kritis, biar agak "sopan" :-)
Beberapa tanggapan semoga sudah saudara baca semua. Dan perlu di ingat bahwa forum tersebut merupakan diskusi walaupun isinya saling berbantahan dan seperti saling menyalahkan. Namun ada kalanya kita berpikir "positif". Dalam hal ini yang pertama kali kita dahulukan dalam membaca artikel maupun tanggapan adalah "Intonasi Pembacaan dalam Hati kita"...Ini sangat menentukan paradigma kita mengenai orang yang memberikan tanggapan.
Misal: Ayo makan....(diintonasikan halus) dan Ayo makan (diintonasikan keras) akan sangat berbeda jauh. Bisa - bisa menimbulkan SU'UDHAN......Piiiissss!!!!! ;-)
Selanjutnya tulisan ini akan membahas gado gado yang sudah kita racik bumbu dan sayur sebelumnya:
----------------------------------------------------------------------->
Alangkah baiknya kita buka dahulu penutup dalam hati kita yang berupa penyakit-penyakit hati, terutama Khibr (yang benar:Kibr)yang ada pada diri kita. Sebagaimana sebuah ember yang ada penutupnya, tidak akan masuk air walaupun banyaknya air yang ditumpahkan.
Kaidah : ????? ?? ??????? ??????? (yang benar: Al Ashlu fiil-asy yaa a Al-Ibakhah) , jelas bukan dari hadist, kaidah ini termasuk kaidah usul fiqh, sebagaimana kita mengenal kaidah dalil 'Am dan dalil Qosh. Dalil Qosh lebih di pakai dari pada dalil 'Am. Sebagaimana dalil tentang solat dalam al qur'an di terangkan secara detail lewat hadist. Anehnya beliau menanyakan kaidah ini" Kaidah ini apa diambil dari hadits shohih atau murni kesimpulan (baca: Hasil Pemikiran)ulama dari hadits yang ada?" secara tidak sengaja memakai kaidah ini dalam mendefinisikan tentang bid'ah ( baca: [1] Perbuatan bid'ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; KARENA ASAL DARI SEMUA ADAT ISTIADAT (KEBIASAAN) ADALAH MUBAH ) ana cuma berkhusnudlon baik saja. Dan secara tidak langsung beliau meng-iyakan bahwa adat istiadat adalah mubah.
------------------------------------------------------------------------>
Menurut hemat penulis kita harus benar - benar merdeka dalam memahami agama (maaf bukan liberal). Merdeka yang dimaksud di sini adalah jangan sampai kaidah ushl dari para 'Ulama lebih kita pegang sehingga dalam memaknai hadits dan memahami ayat pun berpegang pada kaidah ushl. Contoh konkrit: Rosulullah SAW dalam hadist jelas - jelas meng-kharamkan keledai piaraan. Beliau menggunakan kata kharam. Oleh karena kaidah ushl "?|mua pada dasarnya boleh dimakan kecuali yang dikharamkan dalam Al-Qur'an"maka hukum keledai piaraan tersebut menjadi Makruh. Demikian ini maksud saya dengan Merdeka terhadap pemikiran para Ulama. Kecuali para ulama memakai dalil naqli. Dalil 'aqli para ulama tidak boleh kita telan mentah - mentah.
---------------------------------------------------------------------->
Ana menangkap dalam penyampaian pendapat, kurang enak dirasakan di hati." SAYANG PEMIKIRAN "PEMBERONTAK" SEPERTI INI NDAK PERNAH DIHIRAUKAN.... Kasimaaannnnnn........" hal ini yang ke-dua kalinya yang ana dengar dari seorang muslim. ana sangat tahu dan mengerti kata-kata ini menunjuk kepada siapa. "DR Yusuf Qordowi". .......................(akhir)
---------------------------------------------------------------------->
Allah Rabbiii.....tidak pernah sedikitpun dalam hati penulis menunjuk pada Syaikh Yusuf Qardhawi....Kok tega sekali mengatakan itu seolah tahu apa yang ada dalam hati saya...Yang tahu apa yang ada dalam hati saya hanya Allah dan saya sendiri...Jelek - jelek begini masih menghormati ulama... :-)
MASALAH PERBEDAAN PENDAPAT... Sebenarnya masalah milad bukanlah hal yang terkait dalam hal ijtihad. Perkara di Arab sana dilaksanakan HUT kemerdekaan, maka pendapan saya ISLAM TIDAK MENCONTOH KEBUDAYAAN ARAB ATAU DAERAH MANAPUN, tapi Kalaulah memang acara tersebut mendatangkan banyak manfaat tentu dalam kitab - kitab tarikh disebutkan adanya Milad kekholifahan Abubakr hingga Ali RA...Bahkan seharusnya rosulullah melaksanakan milad kemenangan ISLAM atas kaum Quraisy saat Fatkhul Makkah.
Mengenai kata FIRQOH? Sebenarnya memang menjurus pada satu konotasi negatif... Karena secara umum firqoh dipandang sebagai SATU KELOMPOK YANG MENYATAKAN MENGUSUNG BENDERA ISLAM DIBAWAH NAMA TERTENTU DAN DIDALAMNYA DITERAPKAN SEBAGAIMANA KAIDAH KAIDAH "JAMA'AH" DALAM KHILAFAH....Misalkan : hehehe...Nikah saja harus memberitahu dan nurut sama pilihan kepala DPC...padahal jaman rosulullah ada sahabat anshor yang tau - tau nikah begitu saja tanpa memberi tahu rosulullah sedang ketika rosulullah diberi khabar beliau tidak mempermasalahkan dan justru mendoakan.....Kalau di DPC....wah...bisa berabe...tambah lagi laki laki yang menikahi dari Ikhwan MTA (CONTOH SAJA LHO).....hehehe
Nah saudaraku...masih banyak hal yang harus kita benahi di MAJLIS TAFSIR TERCINTA ini....
Ubaidillah
Madiun,19 Juni 2007