Ahad, 20 Mei 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh zahra pada Jumat, 01 Juni 07kategori "AGAMA" ,dengan komentar yang belum ditulis padanya

AWAS ALLAH CEMBURU LHO!

Wink Undecided

Aneh ga? membaca judul di atas? Mungkin jarang sekali ya, kata cemburu kita analogikan dengan ketidakridloan Allah terhadap apa yang kita perbuat, tapi menurut penulis bias sich. Kata cemburu sering dipakai oleh suami istri, kekasih, muda-mudi yang pacaran (meskipun dalam Islam ga ada istilah itu lho..!) untuk menunjukkan ketidakrelaan kita terhadap pasangan kita yang lebih perhatian atau lebih cinta pada orang lain daripada kepada kita. Allah pun bisa cemburu lho pada kita. Masak sich? Coba kita simak sama-sama.

Mungkin ada yang teringat novel ?Biar Bidadari Cemburu Padamu?? Novel di atas menggambarkan kesholihahan seorang istri dalam baktinya terhadap suami, yang kiasnya sampai menyebabkan bidadari syurga cemburu padanya. Begitu juga kisah shahabiyah Muti?ah sebagai wanita yang dikabarkan pertama-tama masuk syurga karena baktinya kepada suaminya, tentu itulah contoh real yang menyebabkan bidadari syurga cemburu. Subhanallah.

Kecemburuan Allah bukanlah harga mati, tetapi lebih bersifat fleksibel, luas, umum dan menyeluruh sesuai dengan aturan yang telah Allah gariskan melalui Al Qur?an dan hadist. Allah akan cemburu kalau kita lebih mencintai, menghargai, dan memperhatikan perkataan, benda maupun orang lain melebihi Allah. Kita menjadikan Allah sebagai second priority setelah yang lain. Kadang tanpa kita sadari kita menjadikan thoghut-thoghut yang lain untuk lebih diutamakan selain Allah. Perbuatan maupun sikap tersebut sebenarnya sudah termasuk dalam kategori syirik. Karena ia adalah tandingannya Allah. Padahal dalam QS.112:5 Allah telah berfirman bahwasanya tiada seorang/sesuatu pun yang setara dengan Dia.

Mari kita tilik surat cinta dari Rob kita dalam QS.9:24 agar kita lebih yakin:

?Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istrimu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya, dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya??

Inilah sebenarnya ungkapan cemburu dari Allah, jika kita lebih mengutamakan yang lain selain Dia, maka bahasa lainnya tunggulah balasan kemurkaan Allah.

Jadi teringat pengalaman beberapa waktu yang lalu, begitu tragis dan menderitanya seseorang karena ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya baik ayah, ibu, suami, istri, anak, maupun saudara maupun orang yang sangat dicintainya. Ditinggal disini bisa dimaknai meninggal dunia ataupun dalam arti umum berpisah. Kalau kecintaan kita pada Allah tidak melebihi segala-galanya, tentu bisa diperkirakan yang akan terjadi, meratap, teriak-teriak, meronta-ronta, bahkan tak jarang yang sampai depresi. Sedih boleh menangis boleh karena merupakan rahmat dari Allah yang dikaruniakanNya dalam hati hamba-hambaNya, tetapi tidak boleh meratap (berlebihan) yang menandakan kita tidak ikhlas dengan keputusan Allah.

Kita semua adalah milik Allah dan akan kembali padaNya, semua yang kita punyai adalah pinjaman sukarela dari Allah. Jika waktu peminjaman sudah usai maka kita harus rela. Kalau kita benar-benar ingin menjadi muslim yang kaffah (QS.2: 208), menjadi orang-orang yang beriman tentu kita akan berusaha berorientasi pada Allah dimanapun kapanpun dan dalam kondisi bagaimanapun (ihsan). Allah is number one not the other.

Setiap musibah yang kita hadapi dan alami pada dasarnya adalah ujian keimanan dari Allah sebagai bukti cinta Allah juga buat kita agar makin dekat dan disayangi Allah (QS.29:2). Saat kita memperoleh musibah ataupun ujian seberat apapun mari kita ingat QS.2:155-157, bahwasanya Allah akan memberikan cobaan berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Nah, siapakah orang-orang yang sabar itu? Ia adalah orang yang apabila ditimpa musibah ia ingat pada Allah, Inna lillahi wainna ilaihi rooji?uun (sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat (kasih sayang) dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Semoga bermanfaat. Smile

Waspada
24 Tips Menempuh Kehidupan

Menyikapi perbedaan Pendapat
Waspada Terhadap Pendidikan Kapitalis
Cuma Sekedar Cross Check Tulisan Muh Nur
Ajarkan Lagi Kepadaku Ibu
Ternyata Neraka itu Lebih Mahal dari pada Surga
Bulan Ramadhan
When I Need Loves ......
Menghamba Sepenuh Jiwa Raga
warning
Indahnya Malam Pertama
RUU APP
Sebuah renungan
Sepercik Cahaya dari Allah
poligami kok dilarang
pikir...
Memahami Perbedaan
True Love
dEEpEsT...
Pengantar Nikah
Nasehat Rosulullah Sambut Ramadhan

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

belum ada komentar untuk tulisan terkait, jadilah yang pertama

Menuju ke Form