Beberapa hari lalu saya mendapat kiriman sebuah buku dari seorang sahabat yang mengabdi di DEPTAN Jakarta utara, Abah Yoyok. Kami menjalin persahabatan lewat jejaring sosial facebook. Buku tersebut berjudul 'AKAL SEHAT MENOLAK FAHAM SESAT (beriman saja koq repot) kumpulan cerita si Fulan yang penasaran'. Saya akan meriview buku tersebut tapi sebelumnya perlu diketahui bahwa buku setebal 117 tersebut merupakan kumpulan pengalaman “si Fulan” setelah mengikuti kelompok pengajian "paham sesat" yang dipimpin oleh “pak Guru” dikemas dalam sketsa-sketsa humor yang menggelitik. Dan buku tersebut dicetak secara independent sehingga tidak dapat ditemui ditoko toko buku apalagi toko bahan bagunan atau apotik dan secara implisit beliau berpesan untuk tidak semata2 memberikan kepada orang awam (menurutnya). Saya harap beliau tidak salah mengirim buku tersebut pada saya.
Riview:
Satu kelompok pengajian digelar dengan beberapa murid dan seorang guru yang membahas tentang keimanan:
Iman “percaya” sama dengan “beo”. Syariat Islam yang kita jalankan sekarang ini adalah tak lebih hanya sebagai “budaya” warisan nenek moyang. Islam sudah kuno. Al qur’an sudah tenggelam. Kehidupan dalam keadaan dzulumat, karena itu harus disong-song munculnya “Kurun Muhammad 2”. Harus dilakukan pernikahan ulang dengan Al qur’an, yaitu Al qur’an MSR (Menurut Sunah Rasul), bukan Al qur’an bahasa arab.
Setiap selesai pengajian selalu diakhiri dengan kebingungan masing-masing peserta pengajian. Kalau boleh dipantunkan, disana gunung disini gunung ditengah-tengahnya pulau jawa. Satu murid bingung murid yang lain juga bingung tapi gurunya tertawa-tawa…
Mau beriman saja koq repot! Disyaratkan untuk terlebih dahulu merubah pandangan sikap hidup dengan yang didasarkan pada Al qur’an MSR. Jadi tanpa Al qur’an keimanan tidak dapat dicapai. Dengan syarat itu mengarah kepada keadilan Allah yang berpihak pada kelompok-kelompok tertentu saja yang bisa beriman. Al qur’an sendiri harus logis, yang logis ini adalah (Al qur’an MSR..itu yang mana ya?)
Al qur’an harus ditegakkan kembali karena Al qur’an yang sekarang sudah tenggelam yang sesuai adalah Al qur’an MSR. pola pandangan hidup harus disesuaikan dengan Al qur’an dalam setiap aktivitas sehari hari, misalkan ketika merasa lapar maka akan ada action untuk makan, haus maka minum. Aktivitas alami ini kemudian dimodelkan dalam konsep pemahaman pemikiran yang Qur’ani, yaitu segala action yang dilakukan sebagai akibat dari dorongan alami itu diubah dengan perintah Al qur’an. Makan yang dilakukan karena perintah Al qur’an, minum, istirahat dan aktivitas alami lainya sehingga benar-benar menjadi insan yang Qur’ani. Kalau belum bisa menjalankan pola hidup yang Qur’ani itu maka belum beriman.
Sebelum menuju ke iman terlebih dahulu dilakukan persiapan keimanan dengan rattil yang didefinisikan sebagai tatacara membaca dengan kita sendiri mengetahui isi Al qur’an begitu juga orang lain yang mendengarkan kita membacanya. Yang perlu diketahui Al qur’an sendiri adalah bahasa percakapan sehingga harus dibaca dengan bahasa percakapan karena hakekatnya itu adalah percakapan antara Muhammad dengan Jibril yang membawa wahyu dari Allah (cuku logis memang) dan Al qur’an itu bukan bahasa arab tetapi serumpun dengan bahasa arab. Dikatakan serumpun dengan bahasa arab karena saat Al qur’an turun mengapa orang arab sendiri dalam keadaan bingung ketika disampaikan ayat-ayat. Masak orang arab bingung dengan bahasa mereka sendiri? Bagaimana “si Fulan” tidak bingung dengan ajaran-ajaran yang sangat logis itu?
Pengajian yang terakhir diikuti juga dengan akhir yang aneh dan pasti bingung. Dan pada puncak kebingungan yang aneh itu “si Fulan” berhasil meng KO dengan telak tentang “faham sesat” yang diajarkan oleh “pak Guru” yang geblek itu. “si Fulan” mengajukan pertanyaan, kalau memang Al qur’an itu merupakan petunjuk dari Allah untuk umat kenapa Allah menyampaikan dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh yang orang diutus untuk mengajarkanya? Kalaupun itu percakan antara Jibril dengan Muhammad bagaimana Jibril mengajarkanya kepada Muhammad? Apakah ada bukti otentik tentang Jibril mengajarkan ARTI/MAKNA atau TAFSIR ayat-ayat kepada Muhammad dalam hadist misalnya? Al Qur’an MSR YANG ANEH…….
Nah akhirnya disana gunung disini gunung..”si Fulan” bingung apalagi “pak Guru” tambah bingung….
kembali ke benang merah.."si Fulan" KEMBALI KE JALAN YANG BENAR..
Penjelasan tentang keimanan diubek-ubek dengan pendekatan psikologis seorang guru merusak Aqidah masing-masing perserta pengajian dengan membuatnya bingung kemudian memasukan “faham sesat” yang sangat logis pada bagian akhirnya dengan cukup fokus. Dan ditengarai kelompok ini adalah genre komunis internasinal yang menyusup melalui ajaran agama Islam...jadi waspadalah waspadalah !!!!